Ceritaku, Indonesia, ucapan

Komentar Tentang PSS Sleman_The Youngest Team Among Three elite Teams

Beberapa hari kemarin, eh maksudnya semalam. Saya mendapat tantangan dari teman saya yang berasal dari kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertama saya rasa bingung, kenapa tiba-tiba saja teman saya itu meminta saya untuk melihat PSS Sleman di youtube, dan meminta saya berkomentar akan keadaan sekitar. Sempet rada-rada gimana gitu juga, tapi akhirnya saya pun menyetujui. Dengan syarat harus ada imbalan. Iya biarpun saya bercanda saja si sebenarnya. Toh apa yang dia minta kan sesuai hobi saya, nulis. Jadi bolehlah untuk menambah pengetahuan juga.

Singkat cerita, setelah dia menjajikan “imbalan”. Diapun bilang kalau saya cuma dikasih waktu satu hari. Yang berarti itu adalah nanti malam deadlines untuk komentar saya akan PSS Sleman. Kalang-kabut saja saya dibuatnya, sudah semalam ngobrol sama dia juga selesai jam 11. Belum paginya harus kerja. Pengin ketok kepala sendiri saja rasanya, karena sudah mengiyakan permintaan teman saya yang menggilakan itu. Apalagi berkomentar sesuatu yang hanya akan mungkin saya lihat 1-3 kali saja. Nanti ujung-ujungnya sok tahu kan jadi prokontra untuk diri-sendiri juga huhuhu 

Ok lah. Daripada saya menggerutu nggak jelas dari tadi, mending saya mulai untuk mengerjakan “PR” yang tak diundang ini. Cepat kelar kan lebih baik, daripada bonyok 😂

Start to review

Waktu saya melihat video pertama di Youtube, sempet kaget. Karena begitu banyak penonton yang mengiringi pertadingan PSS di video tersebut. Sempet takjub juga dengan Stadiumnya yang begitu besar. Tapi jujur saya katakan, ada rasa takut juga menyelubungi diri. Ketika pikiran saya membayangkan di video kedua saat orang-orang berbondong-bondong mendapingi perjalanan PSS Sleman. Andainya saya berada diantara sela-sela mereka saat itu. Mungkin udah minggir duluan sebelum sempat menempuh perjalanan, melihatkan keadaan yang begitu sangat crowded. Sementara di video ketiga, saya melihat mereka saling menyemangati setelah kalah dalam suatu pertandingan diselangi dengan iringan doa bersama. Saya tersentuh. Setidaknya dijaman sekarang masih ada orang-orang yang bisa memahami lagi mengerti setiap pihak. Bukan hanya yang mementingkan kejayaan saja.

My comments 

Buat saya, PSS Sleman adalah tim sepak bola yang sangat wow. Kebersamaanya , persatuannya, respectnya. Semuanya bersatu disitu. Apalagi pas saya melihat video lanjutan pertama diatas tadi yang saat mereka (mau bertanding/sudah bertanding gitu entah saya juga lupa waktunya). Mereka menyanyikan lagu khasnya. Merinding, terharu pokoknya keren banget. Karena rasanya baru kali ini saya lihat dan tahu kalau ada team sepak bola yang begitu sekali. Iya memang jujur juga si, saya nggak terlalu suka sama sepak bola dan nggak pernah melihat acara-acara yang berbau bola. Biarpun memang jujur saya katakan juga dulu waktu kecil sering main bola sama teman-teman. Tapi yah, sama saja. Masih nggak ngerti sama yang begituan. Baper yang ada malah kalau nglihatnya. Bola satu ditendangin sama 20orang lebih. Kan rasa kasihan. Eh kasihan apa Baper karena iri sama sibola ya, karena dia menjadi rebutan wkwkwk entahlah.

Tentang PSS Sleman 

Dari sumber yang saya baca dari wikipedia.org/wiki/PSS_Sleman, team Perserikatan Sepak bola Sleman atau yang biasa disingkat: PSS ini. Adalah team yang didirikan pada 20 Mei 1976. Dan konon katanya, team Sepak Bola satu ini juga merupakan salah satu team Sepak Bola yang disegani di Indonesia dan memiliki julukan sebagai team Super Elang Jawa atau Super Elja. Team PSS ini juga sering disebut dengan julukan Laskar Sembada. Kedengaran keren sekali bukan. Hmmm baru tahu iya kini, kenapa teman saya sangat suka sekali sama team ini dan begitu ambisius menjadi supporter setiap team PSS ini main. Selain dari kotanya sendiri, ternyata memang ada keistimewaan tersendiri didalam team PSS ini. Dan yah, harus saya katakan. Saya mulai respect sama team PSS ini. Setelah dulu saya menyukai Persib Bandung yang mengidolakan salah satu pemainnya. Bambang Pamungkas 🙈

NB: Siapapun team yang berjuang untuk negeri dari hatinya, itu memang selalu Istimewa disetiap peminatnya. #Bring back our glory #Support our local team #PSS always be

Jangan lupa dengerin lagunya juga ya! Dijamin deh, bakal merinding. Nggak langsung ndowload aja untung. Soalnya saya salah satunya, yang denger sekali langsung download 😂

Check lirik lagunya dibawah ini 👇

Sampai Kau Bisa PSS Sleman

Pernahkah kau merasa.
Melihat secercah cahaya.
Mimpi di depan mata.
Super Elja pasti kan juara.


Bertahun menjalani.
Lelah ini tak terasa lagi.
Pagi berganti pagi.
Masih ada keinginan hati.

Sebuah kehormatan.
Mengawalmu Pahlawan.
Untuk s’lalu berjuang.
Mewujudkan harapan.
Percaya kita kan rayakan kawan…

Demi satu nama.
Kebanggaan di dada.
Kan ku beri segalanya.

Super Elang Jawa.
Jadilah juara.
Ku korbankan segalanya.
Sampai Kau Bisa………..

Advertisements
Diary Harianku, just

Sejengkal waktu pada sebuah pengakhiran

Bila mana kau temukan aku berbeda. Bukan sebab aku sedang muna atau berpura.

Bila mana kau temukan aku berubah. Bukan sebab aku sedang rendah atau menyerah. 

Bila mana kau temukan aku berbisa. Bukan sebab aku sedang berkuasa atau membabi buta. 

Namun sebab aku memang begini, setia pada sesiapa yang harus kukasihi. Tidak peduli itu masa lalu atau masa kelam, semua tetap sama untukku. Baik buruknya aku pun takan bisa kau pahami hanya dengan sejengkal waktu.

Dan pada akhirnya; kau akan temukan aku ditempat berbeda, dengan aku yang berbeda pula.

Diary Harianku, tulisan sepi

Hatiku yang song sang

Dikepalaku, bukan hanya ada pikiranku. Namun ada mereka juga rindu. Rindu yang mungkin akan membunuhku secara perlahan, atau malah akan membuatku semangat untuk bertahan.

Kini, harus kukatakan lagi. Aku merindu kepada mereka yang kukasihi. Mereka-mereka yang selalu menjadi penyemangat dikala kusepi. Lagi mereka-mereka yang senantiasa membuatku kuat dalam menghadapi hari.

“Keluarga”

Merekalah orang-orang yang tak pernah hentinya membuatku bahagia dalam setiap senyumnya. Bahkan saat mereka berbicarapun mampu membuatku tersenyum dengan secara tiba-tiba.

“Bahagia ternyata sesederhana itu.” Hatiku berkata lirih. Selirih suara yang tersekat dalam kerongkonganku. Membenarkan, namun terlalu takut jua untuk menyuarakan. Hingga pada akhirnya kumemilih diam, lagi dan lagi. 

just

Hidupmu, adalah pilihanmu_love life

Sering orang-orang bertanya kepadaku tentang masa depan ataupun penataan hidup;

Apakah kamu tidak ingin punya rumah sendiri?

Apakah kamu tidak ingin pulang lalu mencoba punya usaha sendiri?

Apakah kamu tidak ingin menikah dulu?

Apakah kamu tidak ingin punya anak seperti teman-temanmu?



Tersenyum, itulah jawaban dari tiap-tiap pertanyaan yang kudengar. Aku sedang tidak lagi mengejek, justru aku bahagia sebab mereka begitu memperdulikan kehidupanku. Sampai-sampai mereka banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sebenarnya bisa mereka gunakan untuk yang lebih bermanfaat.

Well, aku adalah manusia biasa seperti kalian yang hidup sebab kuasa Tuhan. Dan aku semangat menjalaninya sebab aku punya Impian. Yang bertunjuan untuk mewujudkannya atau paling tidakpun untuk memperbaikinya.

Pengin punya rumah? Pasti.

Pengin punya usaha? Siapa si yang nggak ingin.

Pengin menikah? Kan emang kewajiban. 

Pengin punya anak? Nikah aja belum, punya anak he he becanda. Tapi yah, jawabnya pasti. “Yes, I want”

Tapi yang seperti kalian tahu juga. Dalam segala impian dan cita-cita, itu ada sebuah kehidupan. Dimana kehidupan itu adalah yang paling nyata dari segala hal apapun. Hal yang dibutuhkan, hal yang diinginkan, hal yang dilakukan dan masih banyak tentang hal-hal yang harus diutamakan. Jadi bukan hanya tentang; “apakah Kamu tidak ingin?” Tapi juga “Manakah yang lebih penting?” Bukan hanya tentang; “keberhasilan yang dicapai.” Tapi juga “Sebuah kebahagiaan yang sejati”

Dan tidak semua orang suka mengumbar ataupun mengatakan (keinginan dan impian hidupnya) dengan secara terbuka. Cukup dirinya sendiri dan tujuannya. Lalu waktulah yang akan membuktikannya.

Jika sekarang kamu orang yang masih berbahagia dengan petualanganmu, lanjutkan! Tidak apa-apa dan tidak ada larangan. Sebab kamu selalu berhak untuk memutuskan, apapun dan manapun pilihan-pilihan didalam hidupmu.

Do you believe in yourself? Me too 😗


Diary Harianku

Isi hatiku, hanya Tuhan yang tahu.

Mungkin, niatku hanya kebodohan bagimu, yang hanya menghabiskan waktu lagi tenaga. Tapi buatku, itu malah sebaliknya.

Pun, aku tak meminta pada sesiapa untuk semua yang kuperbuatkan. Hanya ingin mereka tahu, bahwa aku tak pernah main-main. Itu saja.

Dan, sepertinya aku tak perlu menjelaskan apa-apa kepada siapapun. Cukup aku mengerti lagi memahami. Yang aku tak pernah punya niat buruk, selain penuh rela.

puisi

Musim Dan Waktu

Mungkin, benar katanya. Aku takan bahagia selagi masih hidup dengan masa lalu.

Namun, aku sendiri tahu. Yang semua ada alasan tanpa sesiapa dapat mengerti.

Dan, aku hanya bisa diam. Meneliti setiap inci kata senja yang Ia ucapkan pada sang malam.

Pun, siang selalunya tak merelakan aku berbuat begitu.

Lalu, kupejamkan mata. Sembari merasa rintik hujan dikala langit mulai menyore.

Merela, diri terbawa kenang-kenang musim waktu.

buku rahasia, Diary Harianku

Aku, yang masih bertahan hingga kini.

Kejadian-kejadian yang sudah lama tak ku sapai, semalam telah datang menyapaku lagi. Dan aku selalu takut setiap terbangun lalu mengingati peristiwa-peristiwa kelam itu. Aku takut jika memang benar Tuhan telah murka kepadaku sebab kesalahan lalu. Hingga sekarang Tuhan selalu menyebelahi bagian dari kebahagiaanku.

Sering aku berfikir; apakah benar dosaku sebesar Itu? Hingga aku harus selalu dihantui rasa bersalah. Pada masa yang aku sendiri belum mengerti apa-apa.

Jika, sekarang aku boleh memutar waktu. Pasti takan aku menyakiti hati mereka-mereka yang dulu pernah mencintaiku sepenuh hati. Takan aku mengecewakan mereka-mereka yang selalu berkorban untuk kebahagiakanku.

Namun, siapa yang akan percaya pada kata manusia yang tidak punya perasaan ini. Yang selalu dianggap tega, hingga tiada kesempatan untuk mengeluarkan suara.

Tapi, aku percaya. Tuhan tidak lagi menyebelahi kebahagiaanku. Tuhan hanya sedang memberikan waktu untuk aku berubah menjadi lebih baik saja. Agar aku bisa menghargai orang-orang yang hadir dalam hidupku kini. Bukan hanya menganggap mereka tamu, yang datang lalu pergi lagi.

Iyah, aku yakin itulah yang sebenarnya Tuhan maksudkan, bukan sebab Tuhan murka atau kini aku sedang mendapatkan karma. Bukan.