Ceritaku

Siapa aku? Dimata keluarga ku.

Hari ini adalah hari dimana aku berjanji untuk melanjutkan perjalananku. Perjalanan yang telah tertunda karena mereka. Mereka yang kini telah memberi semangat kepada ku meski lewat luka 🙂

  • Untuk papah: Aku minta ma’af karna tidak bisa menepati kata-kata ku kemarin. Karena ternyata Allah berkehendak lain dengan inginku.
  • Untuk mamah: Aku sungguh-sungguh minta ma’af untuk semuanya. keniatan yang sudah aku planningkan, sekarang harus aku tunda.
  • Untuk adik: Yu juga minta ma’af sayang. Kalau Yu tidak bisa lagi memberikan apapun yang kamu mau. karena Yu harus pergi meninggalkan semua yang hanya membuat Yu sedih :(. kamu belum mengerti semuanya, tapi satu hal yang Yu minta dari Adik. Belajar lah yang baik. Gantung cita-cita Adik setinggi mungkin. Agar kelak Adik bisa menjadi kebangga’an keluarga.
  • Untuk Abang & mba: Sampai kapanpun kalian tidak akan mengerti tentang apapun yang aku rasa, jalani & fikirkan. Karena biarpun kita beradik, tapi kita berbeda. Aku tidak bisa selalu hidup dalam setiap kata-kata kalian yang kalian sendiri belum pernah memberikan CONTOH ke padaku.

Memang benar aku masih belum cukup dewasa untuk mengerti kehidupan berumah tangga. Tapi aku adalah anak yang mencoba selalu memahami kalian. Yang mencoba untuk membuka setiap telinga, tangan & mata untuk melihat, mendengar & membantu yang aku mampu. Tapi kalian selalu saja menilai & mengambil sifatku hanya satu sisi Saja. Yang seolah-olah aku adalah “Anak kecil yang sok tau & belum cukup dewasa”

Kalian selalu bilang aku masih anak kecil, tanpa pernah berfikir bagaimana perasa’an & juga hatiku.

Jika benar aku masih Anak kecil, lalu apa arti dari umurku yang sudah 22 Tahun? Kenapa kalian tidak pernah memikirkan semua itu? Seolah-olah aku memang adik yang dimata kalian akan selalu menjadi adik. Kita memang tidak pernah bersama, tapi dalam kejauhan aku selalu mendekatkan hati & pikiran ku untuk kalian. Agar aku selalu bisa merasa sedih & bahagiamu juga memberi/membantu solusi dalam setiap mencari jalan keluar.

Begitu Banyak kata yang harusnya bisa dimengerti, tapi kenapa seolah-olah telinga dan hati selalu tertutup? Aku sudah lelah dengan semua kesabaran yang hanya membuat sakit. Dan hari ini aku putuskan untuk menutup semuanya.

Bye: kesukaran 

Advertisements

2 thoughts on “Siapa aku? Dimata keluarga ku.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s