Ceritaku

Catatan akhir tentang A!

ku duduk bersila santai di birai katil kamarku yang kini dipenuhi banyak sekali barang. Seperti buku, surat, baju, aksesoris dan foto. Yang semuanya hanya tentangmu. Pokoknya sudah kaya rang jualan lah. Lengkap.

***
Aku tatap satu persatu barang-barang pemberianmu dan kenangan kita itu. Seketika bayangan lalu hinggap dijendela fikiranku. Dari pertama kita deket, jadian, marahan, putus dan balikan. Sa’at aku ngambek kamu uring-uringan sudah kaya cacing kepanasan. Aku sakit kamu khawatirnya sudah kaya kucing kehilangan anak ha.ha.., Pokoknya semua masih tergambar jelas dalam otakku 🙂

***

23/28 March 2010 Tepatnya malam minggu. Malam dimana aku tidak menyangka bahwa kamu akan menembakku. Di pinggir gang jalan lapangan sa’at kamu mau mengantarku pulang pas pertama kita jalan bareng. Hari dimana itu adalah hari yang paling indah buatku. Karena cinta pertamaku menjadi pacarku. Iya meski bukan pacar pertama tapi aku bahagia ko, karena setidaknya CIDAHAku dulu tidak bertepuk sebelah tangan ^_^

***

“Kamu yang kaku, kamu yang caring, kamu yang penyayang dan kamu yang baik sampai kapanpun akan aku simpan dalam hati ini!”

 

3 tahun kita menjalin hubungan. Dan di 3 tahun itu pula aku merasa beruntung menjadi kekasihmu. Tidak pernah sebelumnya aku menjalin hubungan selama itu dan itu cuma sama kamu. Iya itu juga semua karena kesabaran kamu si aku akui. Dalam mengerti, mengayomi sifat dan kelakuanku yang kadang kekanak-kanakan.

***
Mamah pernah bermimpi bahwa beliau ingin sekali melihatku bersanding denganmu. Dan itu tepatnya seminggu sebelum putusnya hubungan kita. 5hari sebelumnya juga sahabatku mengingatkan akan serasinya kita. Dan 2hari sebelumnya kamu mengirimiku gamis yang sepasang denganmu sebagai hadiah lebaran. Indah, cantik dan halus kainya masih kurasa. Tapi belum pernah aku pakai. Padahal kamu memintaku untuk memakainya dan ambil foto dikirimkan ke kamu. Cuma sekarang apakah pantes aku menuruti semua perminta’anmu itu?

***

“akukah yang bersalah? Atau ini memang sudah suratan yang telah tertulis? Meski akhirnya tidak seindah yang kita harapkan”

Aku harap sekarang kamu sudah bahagia denganya. Aku tak menyesal karena dulu telah meninggalkanmu. Justru aku merasa bahagia karena sekarang kamu telah menemukan jodohmu. Yang tentunya lebih bisa membuatmu bahagia dan pastinya yang lebih pantes dariku.

Walau sakit hati ku rasakan, Walau perih ku harus menerima,

Karna kau memang bukan untukku. Dan hari ini adalah terakhir aku menulis tentangmu!

Meski ku tak bisa melupakan cintamu. Izinkan aku mengenang namamu 

Sampai nanti aku menemukan penggantimu. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s