Cerpen, inspirasi

Andai aku mati esok

Jika hari ni adalah nafas terakhirku, aku ingin menghabiskan waktu untuk mengingatmu Tuhan!

Dunia ini memang sejatinya hanya singgahan semata dan akhirat
Itulah kehidupan yang abadi.
Semua dosa, amal perbuatan akan dipertanggung jawabkan jika hari kebangkitan itu datang.

“Apa yang mau Kakak banggakan?Harta, nahta atau nama? Bukan itu yang akan Kakak bawa jika ajal sudah ada. Bukan semua itu pula yang akan Tuhan tanyakan nanti kak”

“Terus apakah kamu sudah mempunyai bekal? Sehingga berani ceramahin Kakak.

Apa kamu sudah merasa cukup takwa?”

“Tidak kak. Sayapun sama seperti Kakak. Masih sering buat salah. Malah sepertinya saya ini lebih buruk dari itu”

“Sadarpun. Terus kamu ceramahin Kakak ini apa pula? Sok pintar aja.”

“Saya hanya mengingatkan Kakak. Ya sudah saya minta ma’af!”

Waktu itu terus berjalan. Jangan biarkan penyesalan itu ada kalo Tuhan menakdirkan waktu itu berhenti.
Karena semua hanya titipan yang sewaktu-waktu bisa Tuhan ambil kapanpun Tuhan mau.

“Kakak memang bodoh, tak mau pikir benar-benar kata-kata Ita dulu. Kakak menyesal!”

“Tak apa kak. Anggap saja itu suatu pelajaran agar Kakak bisa berubah menjadi lebih baik lagi.”

“Iya Ta. Makasih yah! Selama ini kamu tidak bosan-bosan mengingatkan dan nasehatin Kakak. Walhal Kakak sering marah-marah sama kamu”

“Sudah menjadi tugas saya kak, untuk membenarkan apa-apa yang memang harus saya benarkan.”

“Kakak lihat dari tadi wajah kamu pucet semacam saja, kamu sakit?”

“Tidak ko Kak, saya baik-baik saja. Mungkin kecapean. Kakak tidak usah khawatir!”

“Syukur lah kalo begitu, tapi kalo ada apa-apa cepat bilang Kakak ek”

“Insya allah. Terimakasih kak sudah ambil berat tentang saya!”

Terkadang memang susah jika mau berniat baik tapi disalah artikan.
Meski susah untuk dipahami, iya memang begitulah sifat-sifat manusia.

“Ta, kamu harus kuat. Kan kamu sendiri yang bilang ingin lihat Kakak menikah!”

“Disana nantipun saya juga bisa lihat kak.”

“Tak, Kakak mau kamu temankan kakak di hari bahagia itu.”

“Kakak tidak boleh bicara begitu. Setiap yang didunia pasti akan kembali pada-Nya, kak.”

“Iya Kakak tahu Ta, tapi Kakak juga tahu yang Ita itu kuat”

“Terima kasih ya kak! Selama ini Kakak sudah banyak membantu saya. Ma’afkan jika selama ini ada kata atau perbuatan yang membuat Kakak kesal!”

“Iyah Kakak ma’afkan. Lagipun kamu itu sudah seperti adik Kakak sendiri!”

“Terima kasih kak! Saya pamit. Kakak jaga diri baik-baik yah!”

Perpisahan memang hal yang paling menyakitkan, tapi mau atau tidak.
Jalan cerita iya seperti itu.
Dimana ada pertemuan, disitu pasti akan ada perpisahan.
Tapi yakinlah!
Bahwa dalam perpisahan tersimpan sebuah hikmath. Karena dimana Tuhan mengambil sesuatu darimu.
Disitu pasti Tuhan juga akan menggantikanya dengan yang lebih baik, Insya allah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s