Uncategorized

Anugrah Sebuah rasa

Sa’at ini saya benar-benar merasa seperti sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi.
(itulah bisik hatiku)
Agaknya saya lagi dimabuk Cinta bersama dia seseorang yang bisa membuat saya mempunyai harapan akan sebuah  “masa depan”
Hingga apa yang saya rasa tentangnya itu semua begitu indah.
Tapi saya juga tidak mau terlalu larut dalam rasa ini,
karena saya juga tau semua ini hanya rasa bagian dari nafsu,
Yang sewaktu-waktu bisa saja menghancurkan diriku sendiri.
Dan saya tidak mau melupakan siksa akhirat hanya untuk kebahagia’an dunia yang sesa’at ini.

YA TUHAN..,

meskipun Cinta itu Fitrah darimu, semoga saja aku bisa menikmati rasa itu dengan baik Dan mampu memberikanya pada orang yang tepat.
Orang yang bisa membawa kesyurgamu dan menjauhi yang membuat engkau murka terhadapku.

YA ROBBI..,

Terimakasih telah menghadirkan dia dalam hidupku!
Aku merasa menjadi wanita yang sangat beruntung karena memiliki lelaki sepertinya.
Lelaki yang penyayang.
Lelaki yang Lembut.
Lelaki yang melindungi.
Dan seorang lelaki yang sangat membimbing.

YA KARIM..,

Memilikinya itu adalah suatu anugrah yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Engkau jagalah selalu dirinya dari khilaf dunia. Supaya selalu mengingat Engkau kapanpun dan dimanapun dia berada.

YA MUKHAIMIN..,

Tak selamanya aku bisa menjaganya dalam hiruk pikuk dunia. Aku berserah padamu. jika dia memang jodohku, dekat lah hatinya selalu padaku. Tapi jika tidak, Engkau beri lah dia jodoh yang terbaik dari sisi-MU Amiiin…

Meski saya tidak suka dengan sesuatu yang berlebihan
Setidaknya coretan ini mewakili setiap apa yang saya rasa tentangnya.
Lagipun buat saya apapun yang berlebihan
Itu bisa mengakibatkan kekecewa’an.
Mungkin saya terlalu kolot (kuno) karena mempercayai hal seperti itu.
Tapi apa salahnya Kita mencegah kan!
Lagipun Allah juga tidak suka dengan sesuatu yang berlebihan.
Jadi menurut saya itu bukan masalah yang besar, tergantung bagaimana kita melihat dari segi mananya saja.
Dan semoga sa’at bahagia kita pun mampu bersikap biasa. Agar kelak sa’at kesedihan menyapa, kitapun bisa berlaku biasa, Insya Allah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s