about me, aboutlove, Cerpen

Gadis Si Pengejar Waktu Part 1

Semua pasti akan berubah dengan berjalanya waktu. Cepat atau lambat, karena itu memang sudah seharusnya.

“Ya elah kamu dari mana aja si?”

“Ma’af kak. Saya telat!”

“Iya emang kamu telat. Malah bangetttt. Lihat tuh sudah jam berapa!”

“Iya kak, sekali lagi Ma’af!”

“Yaudah, kamu masuk sana. Itu kerja’an kamu sudah menumpuk. Dan lagi satu, sebelum pulang kamu beri jawaban ke saya. Kenapa akhir-akhir ini kamu sering telat.”

“I, i, iya kak.”

Selalu sama, telat meski sudah berkejaran dengan waktu. Ups, sorry lupa ngasih tahu.., yang kena marah tadi itu adalah aku, dan seseorang yang aku panggil kakak orang yang memarahiku, itu adalah kak Sofia manager ditempatku bekerja. Aku dan kak Sofia sudah seperti Kakak beradik sebenarnya. Tapi di sa’at waktu kerja, tegasnya sudah ngalahin singa. Mangkanya kebanyakan orang-orang disitu takut kepadanya. Terkecuali aku ‘si pelanggan’ yang setiap hari kena omel. Sejujurnya aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku selalu berkerjaran dengan waktu atau lebih tepatnya selalu telat jika ada pertemuan (janji) atau dalam berangkat kerja. Padahal selama ini aku berusaha untuk mengubah, tapi tetap ada saja yang membuat telat.

“Kena tegur lagi La?”
Sapa Wulan teman sekerjaku setelah aku menyelesaikan semua tugas.

“Iyah.” Jawabku sambil nyengir garing yang membuat Wulan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah ‘polos’ku yang satu ini.

“Lagian kamu tuh bisa nggak si sehari nggak telat?” Wulan mencoba mengambil tempat duduk disampingku yang memang itulah rutinitas kami jika tiada kerja. Ngobrol kosong.

“Ya aku sudah berusaha tadi, tapi siapa yang menyangka kalo bisnya akan telat dateng” Jawabku jujur. Sambil mengingat lagi kejadian di stasiun bis yang rasanya sudah 1 jam lebih aku menunggu tapi belum datang juga. Malah aku juga menolak tumpangan Ali yang memaksa aku untuk bareng tapi aku menolak tawarannya itu. Padahal dia sudah mengingatkan yang nanti aku akan telat. Jadi rasa bersalah aku sekarang dibuatnya.

“Ya sudahlah, anggap saja itu bekal makan siangmu nanti he.he..,” ucap wulan dengan nada gurau dan meninggalkanku sendiri.

Seharian itu aku selalu berfikir. Ngeflashback semua hari-hari ku dulu, kemarin dan juga hari ini.
Tanpa sadar timbul rasa kesal dihati, karena semua yang di ingat hanya tentang berkejaran dengan waktu. ‘Hmmm setidak disiplinnya kah aku itu? Hingga aku harus selalu mendapat marah dari orang lain karena telat.’ Keluhku.

“Dorrr”

“Astaghfiruallah Hal Adzim. Bisa nggak si kamu nggak ngagetin aku sehari saja Na. Dasar pengganggu!”
Omelku tanpa menghiraukan muka Nana yang sudah siap untuk melawan kata. Karena hari ini aku memang tiada mood untuk bercanda.

“Sorry.” Aku diam penuh keheranan.

“Biasa aja kali itu kening, saya ucap Ma’af pun nak heran ek”
Jawab Nana yang sudah paham dengan ekspresi muka ku yang satu itu. (kening seribu kerut) haha itulah julukanya buatku. Moodku pun kembali baik dan menjalani hari itu dengan biasa.

Advertisements

1 thought on “Gadis Si Pengejar Waktu Part 1”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s