catatanseoranganak, family, Ibu dan anak, kerinduan

Karena Ibu, aku ada!

“ 21 April 1993 “
Tepatnya hari selasa! Hari dimana pertama kalinya aku dilahirkan ke dunia.
Dengan suara tangisan yang serak, wajah merah berlumuran darah,
dan kulit lembut yang suci tanpa noda.

Alhamdulillah,,,,
Aku mengucap syukur kepada Tuhan Yang Esa.
Merintih haru dalam pelukan kasih seorang Ibu.
Yang senantiasa ikhlas bangun tengah malam, untuk menenangkan saat ku menangis
Yang rela tidak makan karena harus mengurusiku 24 jam tanpa henti.

Oh Ibu…
Kau memang benar-benar malaikat untukku.
Kasihmu tak berbelah bahagi, untukku anakmu.
Meski kau merasa lelah, kau masih tetap menjagaku dengan kasih sayangmu.
Meski kau sedang menahan sakit, kau masih tersenyum manis kepadaku.
Kau berikan kasih yang sempurna kepadaku Ibu
Pengorbananmu begitu besar buatku.

Apakah bisa suatu saat nanti aku membalas jasamu Ibu?
Ataukah malah aku akan menyakitimu dengan kata-kata kasarku?
Astaghfiruallah hal adzim….
Tidak, aku mohon jauhkan sifat itu kepadaku Tuhan.
Aku tidak ingin menyakiti Ibu.
Aku tidak mau durhaka kepada Ibu.
Tuntun aku Tuhan, bantulah aku.
Agar aku bisa selalu membahagiakan Ibu
Walau mungkin tak sesempurna kasihnya, semogaku tetap yang terbaik untuknya, Insya Allah.

Kini hari terus berganti.
Minggu ke minggu pun terasa singkat sekali
Bulan pula kini kian mendekati, pada haruman tahunan setiap insani.
Tidak terasa ulang tahunku akan segera tiba,
23 Tahun usia pada kedewasaan.
Aku ingin sekali Ibu disini bersamaku Tuhan!
Tak tertahan lagi rasa rindu dihatiku ini.
Bagai ditusuk-tusuk jarum yang tajam lagi besar.
Sakiittttt sekali aku memendamnya.
Haruskah seperti ini kesudahanya Ibu?
Bukankah dulu kau berjanji akan selalu menemaniku meniup lilin Ibu?
Lalu kenapa sekarang kau jauh Ibu?

Aku mohon datanglah, Bu! Datanglah membawa kasih yang selalu kau beri kepadaku dulu, Bu.
Sungguh… Sungguh aku merindukanmu, Bu.
Aku ingin memotong kue bersamamu
Aku ingin kau menyuapiku.
Masih ingatkah kau akan semua kenangan itu, Ibu?
Ataukah malah kau telah melupakan semuanya?

Tidak… Aku tahu itu tidak benar. Karena Ibu selalu mengingatku dimanapun itu. Bahkan dalam setiap doanya pun tak pernah lekang beliau dari menyebut namaku. Anaknya yang meski sampai sekarang belum bisa memberikan apa-apa kepadanya. Maafkan aku ya, Ibu. Untuk semua khilaf yang kuperbuat. Maafkan pula untuk segala sakit yang sudah kau tanggung untuk aku anakmu. Percayalah, Bu. Selamanya aku akan selalu menyayangimu 😚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s