Uncategorized

Aku dan sebuah cerita

image

Kisah cintaku denganya itu begitu sederhana, tapi sangat mengesankan padahnya.
Aku dan dia tidak pernah tau sama sekali meski satu tanah.
Dia yang ntah seperti apa  sifat dan kepribadianya, dia yang bagaimana cara berbicara aku sama sekali tak tau. Memang aku akui, aku pernah melihatnya dulu sewaktu aku pulang dari jalan-jalan dan kebetulan dia lagi nongkrong sama teman-temanya.
Hanya tatapan dan senyuman yang berbicara tanpa adanya sapaan ‘Hai’ ataupun ‘Halo’.
Mungkin sangat lucu, tapi emang itu nyata.

Sore itu hapeku lagi di cass karena sudah semalaman batraiku mati. Setelah aku periksa, ternyata ada sms masuk dari nomer baru.
“Ass.., ini bener no Nur bukan?”
Dengan rasa penasaran aku pun membalas pesan itu.
“Walaikum sallam…iyah bener. Maaf kamu siapa?”
aku membalas pesanya dengan pertanyaaan lagi. Tidak lama setelah aku mengirim pesan itu, hapeku pun kembali berbunyi.
“Ini aku Angga, Nur. Kenal kan?
Tanyanya kepadaku yang membuat aku mencoba mengingati nama itu, setelah lama berfikir aku kembali mengetik.
“Owh kamu Ngga. Iyah, kenal ko”

Setelah kejadian itu, kita pun jadi sering chatting setiap pagi, siang, sore hingga malam. Seperti tiada hari tanpa chat darinya dan gurauanya yang membuat aku merasa bahagia, hingga jika tidak dapet chat darinya sehari saja aku akan galau sesama sendiri.
“Apa aku sudah suka sama Angga yah? ah tidak mungkin, itu pasti hanya perasa’an kangenku saja.” Aku mencoba menidakan perasa’an yang mulai tumbuh, karna tidak mau terlarut dalam khayalan.

Minggu berganti bulan, dan bulan kini telah berganti dari peredaranya.
Tapi ternyata perasa’an itu lama-lama menjadi  sebuah harapan.
Aku bingung dengan semua itu, sama ada tetap mencintainya atau buang jauh perasa’an itu.
Kalau bisa memilih, sudah pasti aku pilih tidak mau mencintainya. Tapi ini yang berbicara hati, bukan mulut hmmm (keluhku)


“Ku coba untuk mencari jawaban,
Kosong.
Ku coba untuk berfikir rasaku,
Sama.”

Entah emang ini sebuah jawaban atau tanda, aku pun tak tau.
Seminggu Angga tiba-tiba menghilang tiada kabar.
Aku gelisah, aku kecewa.
iyah! itulah perasa’anku sa’at dia meninggalkanku. Setelah lama terpuruk, akhirnya aku memutuskan untuk melupakan Angga dan mencoba menghapus semua kenangan tentangnya.
Tapi ternyata aku tidak bisa. Karena setiap aku mencoba, rindu itu semakin lama semakin menebal untuk Angga yang sampai sekarang aku sendiri tidak tau akan keberadaanya.

2 Bulan pun berlalu…

Kini aku sudah bisa melupakan Angga, apa lagi dengan tiada kabar darinya.
Itu sangat membantu buatku untuk tidak selalu memikirkanya.
Mungkin perasa’an itu hanya sesaat yang cuma mampir saja. Itulah pikirku…

Malam itu aku membuka Facebook jejaring sosial yang biasa aku kunjungi jika tiada kerja sekaligus mencari hiburan.
Tidak lama aku pun dapet pesan inbox yang aku sendiri tidak pernah terfikir sebelumnya, kenapa aku tidak menanyakan kehilanganya lewat facebook. Angga menyapaku, dan dia memberikan nomer barunya, karena nomer yang lama hilang dengan hapenya sekali. Jelas Angga malam itu padaku.
Dari malam itu kita jadi sering berhubungan lagi, kembali bergurau seperti biasa. Entah dorongan dari mana, ingin rasanya hari itu aku mengungkapkan semua perasa’anku yang sudah ku simpan dari dulu, karena aku takut dia akan meninggalkanku lagi.

“Aku ragu, aku takut.
Aku tidak mungkin melakukanya,
Karena aku perempuan.
Dimana harga diriku?
Tapi..,
Cinta ini, rasa ini.
Dia harus tau, apapun dan bagaimanapun tanggapanya, itu urusan nanti.”

Sore itu aku memberanikan diri untuk menulis sebuah pesan untuknya, mengungkapkan semua isi hatiku tentangnya.
Ada kelegaan di hati, karena sudah mengeluarkan semua yang terbuku.
Meski kecewa juga sama diri sendiri tidak memintanya untuk menjawab, tapi itu tidak terlalu penting, karena yang terpenting sekarang dia sudah tau akan perasa’anku terhadapnya. Menjauh, menghindar itulah yang aku lakukan setelah kejadian itu.
Karena apa dan untuk apa, aku sendiri pun tidak tau.
Meski dulu aku yang meminta Angga untuk tidak berubah, tapi ternyata egoku lebih besar dari rasa sadarku.

“Biarkan aku tenang, bawa hatiku.
Biarkan aku tentram, bawa cintaku.
Yang selalu segar untukmu di kesendirianku.”

6 bulan berlalu…

Aku masih dengan kegalauanku.
Galau yang tak berunjung, bertemankan sunyi kehampa’an pada sang malam. Tanpa sadar aku mengenal dunia baru, dunia yang sebelumnya tidak pernah aku tau, dan yang sekarang malah menjadi hobi.
“Hobi yang sangat sederhana tapi begitu membanggakan.” Itulah yang selalu aku rasakan.
Selalu ku curahkan setiap apapun yang aku rasa lewat tulisanku, tanpa siapapun yang tau termasuk Angga.

Juni, juli dan agustus pun telah berlalu, mengganti setiap memory yang ada pada setiap tanggalnya.
Kini bulan september pun datang, bulan September yang dulu pernah menjadi salah paham akan ultah Angga.
Yang aku kira jatuh pada bulan itu he.he lucu memang jika ingat, terasa bodoh diri ini dihadapanya.
Dan ternyata di bulan ini juga Allah memberikan kado yang special untuk kesabaranku.
Angga mendatangiku, mengucapkan kata-kata yang tak pernah aku duga. Dengan menghulurkan bunga mawar kepadaku dia berkata..,
“Do you wanna to be with me?”
Tanpa tunggu lama akupun langsung mengiyakan.
Terasa mimpi aku saat itu, karena saat-saat yang aku tunggu akhirnya bisa aku rasa. Menikmati hari denganya penuh dengan suka cita.
Terimakasih cinta untuk kesempatan itu! semoga menjadi awal sekaligus akhir dari penantianku.

“Kau hidup untuk karanganku,
Kau hadir untuk tulisanku.
Di setiap inspirasi cerita kau selalu ada,
Karna kaulah kisah ini tercipta.

Advertisements

11 thoughts on “Aku dan sebuah cerita”

  1. Maaf ya sy cm mau tau kebenaran nya tu sperti apa?
    Atw ad dia mnghubungi tuk berbicara seperti itu
    Kpn trakhr klian brhubungan..
    Tidak brmaksd apa2 cm mengklrfkasi aj

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s