Uncategorized

Cerita Yang Hanya

Disini, aku masih sendiri tanpa ada yang menemani. Jujur aku merasa kesepian, tapi aku terlalu ego untuk mengungkapanya. Sekarang aku merasa tidak kenal dengan diriku sendiri. Apalagi dengan mengingat mereka, itu jauh…

kini sudah tak ada lagi yang bisa aku harapkan. Lalu untuk apa aku masih disini? membuang waktuku saja.

“Rasanya aku ingin mati.”

“Jangan berbicara seperti itu, waktumu masih panjang.”

“Dari dulu kau memang selalu pandai dalam berbicara.”

“Belajar dari kau juga.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan? pergi? kemana? aku tidak punya tujuan.”

“Kemana saja, yang bisa membuatmu tenang.”

Semua orang memang pintar dalam berbicara pada orang lain, tapi hanya sebagian orang yang pandai berbicara pada diri sendiri. Miris memang! Jika mengingat hal itu. Apapun.., setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan, and me agree of it.

“Bingung.”

“Kenapa?”

“Aku merasa semuanya telah kosong. Hati, pikiran, jiwa, raga bahkan sampai naluriku pun sama. Lemah tak berguna, hanya menunggu waktu saja untuk rapuh. Bahkan bila-bila saja aku bisa seperti itu, tanpa ada yang tau, apalagi mengerti.”

“Mengenaskan sekali.”

“Hmmm iyah, memang mengenaskan. Tapi biarlah, asal aku tenang. Pergipun tentram tanpa beban.”

Banyak sekali yang seharusnya aku bisa pahami dalam kehidupanku, tapi ternyata selalunya aku gagal paham. Mungkin benar kata mereka, aku terlalu bodoh dalam hal itu. Atau bahkan, aku memang tidak mau tau akan semuanya. Suatu tindakan yang selalu aku lakukan, jika memang aku tak menyukainya.

“Aku pergi yah!”

“Ok.”

“Itu saja.”

“lalu aku harus jawab apa?”

“tahan aku mungkin.”

“Bukankah memang kau selalu seperti itu. Datang dan pergi tak beraturan.”

“Ya sudah. Bye”

Sakit. Pantaskah aku merasakan rasa itu? jika memang aku sendirilah yang telah membuka hati untuknya. Agrhhh aku benci dengan semuanya. Lebih baik aku pergi dari sini, meninggalkan semua yang hanya membuatku keliru. Agar tiada lagi kekecewaan yang akan kurasakan. Tapi pertanyaanya, benarkah itu jalan keluar satu-satunya?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s