Uncategorized

Cinta Yang Tak Tersampaikan!

Waktu itu aku main kerumah temenku di jakarta pusat daerah apartemen elit di kemayoran yang tidak jauh dari tempat tinggalku rumah susun. Namanya kak Selvy. Dia menikah dengan orang china, tidak lama setelah dia lulus dari S1nya.

Aku sering bermain kerumahnya, di saat waktu senggang. Bukan karena apartemenya yang mewah atau apa, tapi karena harus menemani dia yang tinggal sendirian. “Takut.” itulah alasan setiap dia memintaku datang kerumahnya. Mau tidak mau, akupun menjadi penjaga setiap suaminya pergi ke Singapur untuk urusan Bisnis. Lagipun selama ini kak Selvy dan suaminya sudah begitu baik padaku, jadi tidak mungkinlah aku menolak jika mereka meminta bantuan dariku. Apalagi kak Selvy sudah aku anggap seperti kakakku sendiri.

~*~

Sore itu aku pamit pulang seperti biasa dan harus mampir kerumah bibi Ina untuk mengambil pesanan Mamah yang kebetulan tidak jauh dari rumah kak Selvy, karena aku tinggal melewati 4 lantai saja untuk sampai ketumah bibi Ina itu.

Aku memasuki pintu lift dengan terburu-buru untuk mengejar waktu. Tapi tidak lama kemudian ada cowok yang masuk menerobos pintu lift yang sudah mau tertutup, karena merasa heran aku pun coba menyoal untuk memastikan, karena lift yang aku naikin itu menuju ke atas, bukan ke bawah.

“Up?” tanyaku, menggunakan bahasa asing. Karena aku lihat dari kulit dan wajahnya bukan orang indonesia. Melainkan bule.

“Its ok.” Jawabnya singkat.

Keesokan harinya aku main lagi ke rumah kak Selvy. Dan pas perjalanan pulang ternyata aku ketemu cowok itu lagi, tapi kali ini perasaanku beda dari pertemuan kemarin. Berdua denganya membuatku mematung. Hatiku pun berdetak lebih kencang dari biasanya, apa lagi mulut ini, bagai terbius hingga tidak dapat aku menuturkan kata-kata apapun.

Tapi aku juga tidak bisa menafikan, kalau aku bahagia setiap ketemu tidak sengaja sama dia sekarang-sekarang ini. Rasanya pingin teriak pada saat itu juga, memberi tau semua orang kalau aku sedang bahagia. Nggak selebay itu juga kali ya 😀

~*~

Kini 3 bulan sudah aku memendam perasa’anku terhadapnya, dan selama itu pula tiada yang tau. Karena aku tidak pernah menceritakan hal itu kepada siapapun terkecuali pada kak Selvy.

“Datengin saja rumahnya! terus kamu minta kenalan deh. Dari pada kaya gini, kamu sudah Kaya orang bego tau nggak. Menyukai orang yang tidak pernah tau nama dan asal-usulnya. Kadang Kakak heran sama kamu, ko bisa kamu suka sama orang yang baru kamu lihat beberapa kali di lift hmmm.” Ucap kak Selvy dengan rasa geramnya setelah mendengar ceritaku waktu itu.

“Gila aja kali kak, yang ada nanti bukan dia ngasih tau namanya tapi malah ngasih air seember diguyur ke arahku. “ jawabku dengan nada ngambek. Yang aku kira akan membuat kak Selvy mau untuk membantuku mencari tau siapa nama cowo itu, karena mereka bertetangga. Tapi ternyata kak Selvy malah menertawakanku.

“ha.ha itu tau. Mangkanya non, punya hati itu jangan gampang cinta, yang susah  kamu juga kan sekarang.” Ucap kak Selvy lagi disulami tawa yang membuat hatiku makin kacau tidak menentu.

6 bulan pun berlalu.

Semakin lama rasa ini semakin besar kepadanya, apalagi setiap lewat di depan rumahnya, ingin saja aku mengetuk dan bertanya nama dan asalnya seperti saran yang diberikan kak Selvy dulu, tapi hati kecilku berteriak memberontak. Ujung-ujungnya cuma tinggal keniatan saja, sampai kak Selvy sudah tidak mau mendengarkan Curhatanku lagi tentangnya. Karena sudah terlanjur kesal dengan tingkah pengecutku yang tidak mau berterus terang akan perasa’anku. Hingga saat kangen padanya, aku cuma bisa menikmati rasa itu. Hmmm…

~*~

Dua minggu aku dalam keterpurukan, bertemankan galau seperti sudah putus asa dengan rasaku, tapi Alkhamdulilah Allah itu memang maha baik. Sewaktu aku lagi main di taman, tiba-tiba aku mendapat sms dari kak Selvy yang katanya kalau cowok yang aku suka itu kemarin minta nomer ke temenku, yang kebetulan dia juga asli dari Amerika sama seperti cowok yang aku suka.

Aku mulai bersemangat lagi, setelah mendengar kabar itu. Biarpun aku sempet cemburu sama temenku itu, tapi aku coba untuk buang jauh pikiran negative yang ada. Tanpa tunggu lama aku pun langsung menemui temenku yang kak Selvy ceritakan tadi di sms karenarumahnya juga tidak jauh dari taman tempat aku berada sekarang.

“Hai Yos!” Sapaku padanya.

“Yes.” Jawabnya singkat.

“Can you tell me the name of boy yesterday ask your no??” tanyaku singkat tanpa membuang waktu, tapi betapa kecewanya hati ini setelah mendengar jawaban darinya, karena ternyata dia juga tidak tau siapa nama cowok itu.

“Oh so sorry dear, i don’t know. i know you like him right?” dia membahasakan dear, panggilan yang sememangnya selalu dia gunakan setiap memanggilku. Tapi aku hanya terdiam. Mengangguk tidak, menggeleng pun tidak.

“No need to worry. Yesterday when he ask my no, i never give to him.but my friend stay with him, you can take this number for contact.” jelasnya dengan memberi kertas berisikan nomer teman yang tinggal bersama cowok itu.

“Maybe later you can got the number from him.” Lanjutnya lagi. Setelah melihat aku masih mendiamkan diri. Lama berfikir akhirnya aku pun mengambil kertas nomer itu.

“Thanks Yos!” ucapku, dan berlalu pergi.

Malamnya aku langsung coba mengirim sms ke nomer yang ku dapat dari Yos tadi siang.

“hai!” tulisku singkat. Tidak lama hapeku pun berbunyi dan aku langsung membukanya.

“Yes.Who is this??” tanyanya, tapi baru saja aku mau membalas pesanya, tiba-tiba dia menelvonku. Sempet ragu, tapi akhirnya aku gagahkan juga angkat televonya itu.

~*~

Hari berganti minggu, dan minggu pun berganti bulan. setelah obrolan malam itu denganya dan sering berhubungan. Kini kita memutuskan untuk bertemu di taman. Yang sebelumnya aku tidak pernah tau mukanya ‘temen’ cowok yang aku suka itu, karena kita berhubung cuma lewat sms atau televon, dan dia juga tidak pernah mau memberitahukan namanya kepadaku. Sempet heran, tapi aku coba untuk percaya kepadanya.

Tepat pada waktu yang di janjikan aku yang baru keluar dari buss sedlang menuruni eskalator kaget karena tiba-tiba ada seseorang yang memanggilku dari belakang.

“Nuy!” Karena merasa penasaran aku pun menoleh kearah suara itu.

“Mike. What are you doing here? And how do you know my name?” tanyaku heran, bertalu-talu kepadanya.

“I’m waiting for you. And about your name, of course i know From you.” Jawabnya yang membuatkan aku tambah bingung.

“I don’t understand what are you talking about Mike.” Jawabku dengan pertanyaan yang masih bersarang dipikiranku.

“This is your number right?” dia memperlihatkan nomerku dan semua sms yang pernah aku kirim ke ‘temen’ cowok yang aku suka.

“Why you know my number? and what is this?? I don’t understand. Please now you tell me!” jawabku dengan nada yang sudah mulai marah karena merasa bingung, yang membuatkan orang-orang disekitarku melirik ketempat dimana aku duduk dengan Mike.

“Oke, I’ll tell you. But before that you must relax and promise don’t be angry to me!” pintanya lembut yang membuat aku mencoba untuk menahan emosiku.

“Maybe we can seat there ??”dia menunjukan kursi yang sepertinya sudah di tata rapih olehnya yang membuatkan aku terpegun.

“This is…” belum sempet aku menghabiskan kata-kataku, dia sudah pun memotong.

“Yes. This all Iprepared special for you Nuy.” jelasnya yang membuat aku diam tidak tau mau berbicara apa.

Setelah lama diam, aku pun memulai pembicara’an karena tidak mau lama-lama berduaann denganya. Yang sudah sedikit banyak membuat gusar dihatiku.

“Ok Mike. Now u can tell me!” Pintaku.

“Before I tell u, please dont mind if I want to say something to you just one minute ok!”

Aku diam menahan jengkel yang teramat, tapi aku sebisa mungkin untuk tetap tenang.

“I love u Nuy!” seperti ingin mencabik-cabik mukanya sa’at dia menuturkan kata-kata itu, kata-kata yang sudah sering dia ucap dari dulu dan kata-kata yang tidak mau aku dengar lagi dari bibirnya.

“Sorry Mike. I can’t. I love your friend. And you know that. So please tell me now why you know my number and that massage??” jawabku tegas.

“Nuy please..!”

“Ok, I leave now.” Potongku dan berlalu pergi meninggalkan Mike.

Sehabis kejadian malam itu, paginya Mike sms menjelaskan semua yang terjadi. Dia juga bilang yang dia masih tetap akan menunggu sampai aku mau membuka hatiku untuknya. Walhal sampai kapanpun aku tidak mungkin bisa mencintai seseorang yang pengecut seperti dia.

“Sorry Nuy for everything I have done! I ask Yos to give my number to you, because i want to contact you.” Itulah pesan terakhir yang aku baca dari Mike.

Kecewa memang! Aku merasa semua orang telah mempermainkanku, tapi aku juga tidak bisa menyalahkan sesiapa karena mungkin itu memang salahku karena terlalu mengikut perasa’an.

~*~

Sore mendung adalah kesuka’anku unuk menatap senja tanpa adanya matahari. Melepas semua rasa yang ada di hati dengan penuh ketenangan, dan mencoba melupakan semua yang terjadi. Kududuk di teras taman tidak jauh dari lift blok apartemen kak Selvy sambil melihat orang lalu lalang keluar masuk kedalamnya.

Selang beberapa puluh menit aku memperhatikan lift itu, matakupun tertuju kepada sesosok pria sedang jalan keluar dari lift. Iyah! Dialah yang sedang aku lihat sekarang, ikutkan hati ingin sekali aku berlari mengejarnya dan mengungkapkan semua rasa yang terbuku di hati, tapi aku tidak bisa. Akhirnya aku cuma mampu memperhatikan dia mengayuhkan langkahnya yang semakin lama semakin jauh, jauh dan hilang dari pandanganku.

Sejujurnya ku akui, mencintaimu dalam diam membuatku ingin selalu berpenampilan perfect sa’at keluar rumah. Menggagumimu dari kejauhan membuatku sangat bahagia sa’at mengingatmu di kesendirianku. Cuma kamu yang mampu membuat jantungku berdetak sa’at berdua’an. Cuma kamu yang bisa membuatku punya ide-ide bodoh sa’at merindu. Karena kamu, adalah ceritaku!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s