Uncategorized

Cilacap punya cerita

Panggil saja namaku Anggiaku asli dari Cilacapkota yang terkenal akan keramah tamahan di setiap penduduknya. He.he ngalem sendiri tak apa ya 😀

Aku kerja di Jakarta barat, tepatnya di jembatan besi. Jauh dari keluarga tercinta, demi ekonomi keluarga. Siang itu bossku mengajaku untuk main kerumah temanya di jembatan Lima, yang kira-kira butuh waktu perjalanan setu jam dari tempat dimana aku berkerja.

“Anggi, nanti sore kamu ikut saya main kerumah temen saya ya!” ucap bossku, seperti nada perintah seperti biasa. Dengan tanpa mengurangi rasa hormat aku pun langsung mengiyakan perminta’an bossku itu, karena memang selalunya aku susah sekali untuk berkata tidak terhadap semua kata-katanya.

“Ya Pak.”

Sorenya setelah mndapat instruction dari boss, aku langsung siap-siap, karena bossku bilang jam 5 sudah harus jalan agar tidak kemaleman nyampai kerumah temanya itu. Selama perjalanan tidak ada perbincangan dari aku ataupun bossku, kami hanya diam melayan perasaan masing-masing. Dan radio lah yang menjadi teman bicara kami.

Setelah menyita waktu yang begitu lama dalam perjalanan dan sampai ditempat tujuan, aku langsung turun dari mobil yang aku naiki untuk merenggangkan otot-otot badanku yang pegal karena terlalu lama duduk. Sedang aku menikmati pemandangan, tiba-tiba ada 5 cewe jalan pas didepanku. Rasa penasaran pun datang, yang akhirnya membuatku berani untuk berkenalan dengan mereka yang sedang menahan malu karena aku perhatikan sedari tadi.

namanya..,        Rena,Dian,Risma,Wulan&Mia

Mereka adalah 5 bersahabat. Mereka juga tinggal bareng dan satu kerja’an itulah yang aku dengar dari mereka setelah kami kenalan tadi. Tapi diantara mereka juga ada yang bersaudara iaitu Dian dan Rena.  Entah kenapa sa’at aku melihat Rena aku merasa perasa’anku lain tidak sama seperti sa’at aku melihat ke 4 sahabatnya. Namun sebisa mungkin aku coba untuk bersikap tenang karena tidakmau Rena dan teman-temanya mengesyaki akan perubahanku.

O iyah lupa, sa’at itu usiaku baru 16 tahun.Iya bisa dibilang masa-masa puber lah, masa dimana ingin mencari pengalaman seperti halnya dengan mencintai he.he..,

Setelah perkenalan hari itu kini kita Jadi sering contact dan menjadi teman baik. Bahkan sa’at aku menelvon Rena, aku menyuruh temanku untuk memainkan gitar dan bernyanyi bersama untuk aku persembahkan ke Rena. Mungkin benar kata temenku bahwa aku sudah jatuh cinta sama Rena, tapi disa’at yang sama ternyata Risma juga menyukaiku karena kemarin dia menembaku 😯

“Aku suka sama kamu!kamu mau tidak Jadi pacar aku Anggi?” Entah apa yang ada dalam pikiranku tanpa berfikir panjang aku mengiyakan.Walhal pada sa’at itu aku tidak punya sedikitpun perasa’an ke Risma. karena aku cuma suka sama Rena!

Kini sebulan sudah aku jadian sama Risma! tapi sedikitpun aku belum bisa mencintai dia. Dan hari ini adalah hari minggu hari dimana Risma akan pulang ke kampung halamanya. Aku sangat senang sekali mendengar kabar itu, karena bentar lagi aku akan bebas dari perasa’an bersalahku untuk tidak harus berpura-pura selalu bersikap manis ke Risma hanya untuk menjaga perasaanya.

Semenjak kepulangan Risma ke kampung, sekarang aku jadi deket sama Rena. Kita sering jalan-jalan bareng dan itu membuat hatiku diambang kegembira’an. Setiap sa’at bahkan setiap aku bersama Rena seperti tidak mau bumi ini berputar, karena yang aku mau adalah hari ini hari yang akan selalu aku lewati bersama Rena. Walaupun beluaku suka sama Rena tapi aku tidak pernah berani untuk mengungkapkan Isi hatiku padanya.aku hanya bisa memendam perasa’an itu n hanya bisa menikmati Setiap rindu yang datang.

2 minggu sudah risma di kampung,tapi aku tidak pernah dengar kabar yang dia akan Balik ke Jakarta.Aku sendiri pun tidak tau apa yang sedang dia lakukan di kampung sana.karena aku juga jarang contack dia!tapi ntah kenapa,hari ini rasanya pingin sekali mendatangi tempat yang dulu mempertemukan aku dengan 5 sahabat itu.Tanpa tunggu lama aku pun pergi kesana dengan motorcycle yang aku pinjem Dari temen.

sesampainya disana aku ketemu Dian yang kebetulan sedang duduk aku langsung menghampiri n menyapanya.

“hai Ian” sapaku

“hai juga nggi” jawabnya singkat

“yang lain mana Ian?” tanyaku sambil melihat2 ke arah sekitar

“di rumah.kamu kesini cari siapa ?” tanyanya padaku

“Aku cari kamu” jawabku yang membuatkan Dian mukanya merah karna menahan malu

“bisa aja kamu” jawabnya lagi dengan menepuk pundaku

“Semua orang kalo kangen memang bisa Ian” aku menuturkan Kata-kata yang membuat Dian ketawa lucu dek logat jawaku yang masih ketara

“Ha.ha Iyah deh,Iyah aku percaya ko”

Beberapa bulanya sa’at ʍա lebaran,aku pulang kampung.tapi sebelum pulang aku mampir ke rumah Dian,Dian yang juga sudah menjadi pacarku yang berarti aku telah menduakan risma!

bandung jawa barat

Itulah rumah Dian! Sempet Ortu Dian menanyaiku banyak soalan tentang hubungan ĶíԵā.tapi alkhamdulilah aku bisa mnjawabnya dengan baik n Ortu Dian pun senang dengan jawabanku.Setelah lama duduk aku pun meminta Dian untuk menghantarkan aku kerumah Rena dengan alasan mau silahturahmi karna Dian juga tau yang aku deket dengan Rena. Dian pun mengantarkanku tanpa mengesyaki apa2 sesuatu.

Tapi sa’at sedang jalan, kitaberdua bertemu! Risma, Rena, Wulan dan Mia yang aku tidak pernah tau bahwa Risma juga dari Bandung sekampung sama Dian. Tidak ada obrolan diantara aku sama Risma kita hanya melayan perasa’an diam seperti patung.

“Gimana Nggi hubungan kamu sama risma?” Wulan mengajukan pertanya’an padaku sa’at kita ber6 sedang kumpul

Aku jadi serba salah sama ada jawab ataupun tidak karna aku tidak mau nyakitin Dian tapi disisi lain,aku juga ʍա menjaga hati Risma. Akhirnya aku membiarkan saja pertanya’an Wulan tu hilang dibawa hembusan angin.

Sebulan aku dikampung.menikmati pemandangan kampung yang hanya setahun sekali aku dapat lihat karna besok aku sudahpun akan kembali ke Jakarta. pikiranku terus larut memikirkan tentang Rena cinta dalam hatiku, risma pacarku n juga Dian selingkuhanku! Yang ntah nanti apa yang terjadi jikalau memang seandainya mereka semua sudah tau setelah sekembalinya aku dari kampung.

Pink.pink..,
Suara hapeku mmbuyarkanku dari terus melamun!yang ternyata dari Wulan.

“Nggi kamu kapan berangkat?”

“Besok” jawabku singkat

Sa’at kejadian hari itu Dian Jadi beda sikap padaku.tiada contact bahkan bisa dibilang sudah putus.aku juga dapat kabar yang Dian kini telah jadian dengan temen deketku sendiri!Sementara risma,dia sudah akan menikah dengan orang yang ia temuin di tempat kerjanya.n Rena juga telah pun menjadi pacar orang.

Terhiris hatiku menerima semua kenyata’an itu. karena satu per satu meninggalkanku! Tapi aku juga harus sabar, karena mungkin itu karma buatku.yang telah mempermainkan mereka n sudah menyia-nyiakan cinta tulus mereka. Memang benar penyesalan itu selalu datang di akhir kalau di awal itu namanya pendaftaran 🙂

Kini 5 tahun sudah aku tidak mendapat kabar tentang mereka, karena setelah kejadian itu aku memutuskan untuk merantau ke negri sebrang. Mencoba untuk melupakan setiap yang pernah terjadi, dan memulakan kehidupan baru. Tapi aku tidak bisa membohongi perasa’anku sendiri, bahwa aku benar-benar merasa bersalah. Aku hanya berharap, suatu hari nanti Allah akan mepertemukan kita kembali. Bukan untuk mengulang masa-masa dulu, melainkan untuk aku bisa mengucapkan kata yang selama ini inginku ucapkan. iaitu; “Maaf”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s