Amarah, My self

Tanyaku

Percuma saja aku jujur jika hanya akan mendapat ejekan.
Aku benci dengan kenangan kemarin yang selalu saja membuat hatiku sakit.
Meski hati ini sudah memafkan, tapi bayangan kecewa itu selalu saja hinggap diingatan.

Argh.., setrauma ini kah aku pada kenangan lalu?
Kenapa begitu sangat susah untuk aku tidak mengingati?
Apa sebenarnya yang Tuhan ingin tunjukan padaku?
Apa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s