Ceritaku, puisi

Mamah, mengertilah!

Mamah, aku ini juga merindukanmu.
Sama seperti Mamah merindukanku.
Mungkin Mamah berfikir aku terlalu ego dalam hal ini, tapi mengertilah!
Akan semua cita-cita dan impian putrimu ini.
Bukan untuk sebuah kekayaan atau nama Mah,Ā  tapi lebih kepada tugas dan tanggung jawab aku sebagai putrimu.
Bukankah Mamah juga tau, sifat putrimu ini seperti apa. Dia tidak akan mungkin rela menyakiti orang yang ia sayangi. Apalagi mampu melihat orang-orang disekitarnya itu menderita, dia tidak bisa Mah.
Jadi biarkanlah sekarang dia berjuang, sampai ia memang sudah yakin untuk kembali. Meski bukan kembali dengan kesuksesan, setidaknya dia kembali dengan kebanggaan untukmu Mah.
Please don’t be mistaken with me šŸ˜¢

Advertisements

4 thoughts on “Mamah, mengertilah!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s