Uncategorized

Lentera Raya

Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku disini masih menanti senja raya. Perayaan tiada, hanya doa dan air mata. Rasanya pilu mengenangkan keluarga tercinta dikampung sana. Berkumpul bersama, bercanda riang dan tawa.

Ayah, Ibu yang tercinta
Abang, Mba yang terkasih
Dan Adik yang tersayangi
Rindunya hati pada kalian hanya Tuhan saja yang tahu.

Akhirnya kini pun datang kembali, hari besar yang selalu kita sanjungi.
Melihat wajah-wajah yang cantik, tampan lagi menawan pada setiap likak-likuknya.
Memaparkan cahaya Cinta, yang berlari kesana-kemari menikmati baju barunya

Oh indahnya masa itu…
Aku lupa, yang dulu pun aku pernah seperti itu.
Mengharap uang saku, dari mereka para tetamu.

Oh malunya aku…
Tidak terasa kini waktu cepat berlalu, mengganti panggilanku pada anak-anak menjadi dewasa.
“Ini buat jajan” Bukan, bukan itu lagi yang mereka (keluarga) ucapkan padaku. Tapi… “Kamu kapan menikah?” Tamparan keras untuk aku yang bergelar “dewasa” ini. Lalu dengan lantang aku menjawab. “Kata Tuhan si, Jodohku lagi Otw” Serentak mereka tertawa dengan puasnya. Membuat lega sijantung yang telah hampir copot itu.

Indah memang, setiap kebersamaan selalu menyimpan rasa. Duka dan lara bagai terlupa untuk sekejap.
Dan kini lentera raya, telah terang kembali ☺

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s