Uncategorized

Menapak Rindu

Kau yang terindah dan takan pernah ku lupa.

Semakin aku mencoba bertahan

Semakin berat goda’an datang

 

Selalu Ku berdoa agar aku bisa melupakanmu

Tapi bayang tentangmu selalu menghantuiku

 

Aku yang muna

Aku yang ja’im

Kini telah terperangkap dalam rindu

 

Sejujurnya Ku akui, aku sangat mencintaimu.

Bahkan sampai kalimat ini tertulis, aku pun belum bisa melupakanmu

 

Dengan tanpa mengurangi rasa Kasih ku padamu yang berbaur sepi.

Izinkan selamanya namamu dihati

Biarkan selamanya Ku begini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s