Ceritaku, puisi

Lukaku

Aku tau aku salah, karena sampai sekarang masih memikirkanmu. Mengharapkan kau datang kembali kepadaku. Maafkan aku!

Aku rapuh untuk kesekian kalinya. Aku bener-bener tidak tau apa yang harus kulakukan, semua yang kuperbuat berasa tidak kena setiap mengingatmu. Seolah-olah setan menghasutku untuk selalu hanyut dalam kenangan kita.

Aku benci, dengan keadaan ini.

Aku cape, dengan kemunafikan ini

Aku lelah, dengan rasa ini.

Kenapa kau buat aku seperti ini, setelah mengenalkan aku pada sebuah impian. Kenapa kau tinggalkan aku? Mana janjimu dulu yang akan selalu bersamaku? Mana bukti ucapanmu yang tidak akan meninggalkanku?

Mana?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s