puisi

Hijrah

Dulu aku bersamanya,

memadu cinta tanpa pernah berfikir akan dosa.

Dulu aku mencintainya,

berjanji bersama dalam ikatan tak berharga.

 

Tapi sekarang… Aku sendiri.

Karena Hidayah malam itu telah membuatku kembali.

Berhijrah kejalanNYA, yang senantiasa kuingati.

 

Kini aku disini, ditempat yang tak pernah aku tapaki.

Merenungi dosa diri, yang tersebar luas dalam baki.

Menanti kemaafan, pada Sang Ilahi.

 

Tuhan..,

Cintailah aku, sebagai mana Engkau mencintai orang-orang sebelum aku.

Kasihilah aku, sebagai mana Engkau mengasihi mereka.

Bantulah aku, agar senantiasa berada dijalanmu.

Tunjukan arah jalan yang bisa membawakku ke ShurgaMU.

Karena sesungguhnya,

aku telah memantapkan hati untuk lebih mendalami cintaku kepadaMU.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s