Uncategorized

Takan Terganti

Udara dingin dikantin itu begitu menyejukan bagi siapapun pengunjung yang ingin makan, tapi tidak untuk seorang gadis yang bernama Mikha. Dia adalah gadis primadona dikampusnya, karena selain cantik dan kaya, dia juga baik dan ramah kepada siapapun.

Dulu kantin itu adalah tempat faforitnya bersama Rangga almarhum pacarnya yang sangat ia cintai. Tapi sekarang dia kekantin jika hanya ingin mengobati rindu terhadap almarhum kekasihnya saja. Karena kecelakaan malam itu telah merubah semua kehidupanya. Yang dia anggap tiada lagi kebahagiaan dihidupnya.

6 Bulan yang lalu…

Tepat pada pukul 23:30 kini Mikha masih dengan perasaan khawatirnya, entah dia sendiri juga tidak tau kenapa akhir-akhir ini hatinya berasa tidak enak. Seperti akan ada yang mau terjadi, tapi dia tidak tau itu apa. Puas dihilangkan, malah semakin gusar dia rasa.

Sedang dia melayan perasaan tiba-tiba hapenya berdering, membuatkan dia kaget dan mengucap berulang-ulang kali. Yang ternyata itu dari Rangga.

“Sayang, kamu diamana? balapan sudah mau dimulai.” Ucap Rangga, tanpa mengucap salam. Kini baru Mikha tersadar, kalau malam ini dia sudah janji akan menemani Rangga balapan.

“I,i,iyah sayang ini udah siap-siap ko mau kesitu.” Jawab Mikha gugup.

“Yaudah cepet yah!” Ucap Rangga, dan mematikan televonya.

Mikha buru-buru mengganti pakaianya dan langsung menaiki motor menuju tempat dimana biasa Rangga balapan, tanpa peduli larangan mamahnya tadi sewaktu dia keluar.

Sesampainya disana, ternyata tempat itu sepi. Tiada satupun motor ataupun teman-temanya, bahkan dia juga tidak melihat Rangga ada disitu. Mikha kecewa, karena dia fikir Rangga membohonginya. Mikha coba untuk menghubungi Rangga tapi gagal, hanya kontak suara saja yang dia dengar. Mikha mulai marah dengan apa yang coba Rangga lakukan kepadanya dan mau meninggalkan tempat itu.

“Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun. Selamat ulang tahun Mikha sayang, selamat ulang tahun.”

Mikha langsung melirik kearah dimana suara itu berasal, betapa kagetnya dia karena Rangga dan teman-temanya yang lain sudah berada tepat dibelakangnya sambil membawa kueh dan sebuah kotak hadiah. Mikha terharu, tidak dapat menahan lagi tangisnya yang sedari tadi dia tahan. Baru dia tau, kalau ternyata Rangga sudah mengatur semuanya.

“Sayang ko diem aja, tiup dong lilinya” Ucap Rangga lembut, diisertai suara dan tepukan dari teman-temanya yang lain.

“Ayo dong Mik, cepetan tiup. Kita kan sudah mau makan kuehnya” Ucap Jessi sahabatnya, yang ternyata dia juga terlibat di acara malam itu. Pantas saja dia tidak mau menemaniku, ternyata dia sekongkol sama Rangga. Awas saja dia! Mikha menggerutu dalam hati.

Setelah acara kejutan tadi Mikha langsung pamit pulang, karena dia takut mamahnya akan tambah marah jika dia pulang telat. Dengan berat hati Ranggapun mengizinkanya, dan meminta Doni mengantarkan Mikha pulang. Mikha ingin menolak, tapi takut Rangga akan tau, kalau Doni sahabatnya itu menyukainya.

“Jaga Mikha buat gue ya Don!” ucap Rangga, yang membuat perasaan Mikha tidak tentram dengan kata-kata itu. Meski ucapan Rangga biasa, tapi cukup untuk membuat bulu kuduk Jessi meremang yang sedari tadi hanya diam dimotornya.

“Alah deket ini rumah Mikha. Loe ngomong kaya udah nggak akan pernah ketemu aja.” Mikha mencubit tangan Jessi, tanda dia tidak menyukai dengan apa yang Jessi katakan tadi.

“Deket juga cukup buat Doni ambil hati cewek kesayangan gue ini Jess.” Doni tersentak sebaik saja mendengar kata-kata Rangga. Mikha juga tidak kalah kagetnya, namun dia mencoba untuk tetap tenang. Rangga memandang kearah Mikha dengan senyuman yang paling manis, membuat Mikha menunduk menahan malu.

“iya lah iyah. Apa kata loe aja” Doni berkata sambil menggidupkan mobilnya, dan berlalu pergi meninggalkan Rangga juga Jessi.

Sepanjang perjalanan perasaan Mikha semakin tidak menentu, omogan Rangga yang dia ucapkan ke Doni tadi buatnya seperti pesanan. Tapi kenapa dia berkata seperti itu, apakah dia akan pergi meninggalkanku? ah tidak mungkin, Rangga sayang sama aku, dia nggak mungkin pergi ninggalin aku. Tiba-tiba dia seperti melihat bayangan Rangga yang berpakaian putih tersenyum manis kearahnya sambil melambaikan tangan. Mikha membalas senyuman Rangga, tapi belum sempet Mikha membalas lambaianya, Bayangan Rangga sudah hilang. Mikha bingung, perasaan khawatirnya juga semakin menjadi.

Paginya sewaktu Mikha mau berangkat kampus, dia mendapat televon dari Doni meminta  Mikha untuk mengikutinya ke rumah sakit. Tapi Doni tidak bilang setiap Mikha tanya siapa yang sakit, mamahnya pula hanya meminta Mikha diam dan mengikutinya, karena itulah pesanan Jessi tadi sewaktu sms ke mamahnya. Doni juga hanya diam, tidak tau mau berbicara apa.

Sampai dirumah sakit, perasaan Mikha semakin tidak karuan. Karena melihat teman-teman geng motor Rangga berada disitu semua. Hatinya memanggil satu nama, iyah Rangga! kemana dia? kenapa aku tidak melihat kehadiranya? sebenarnya siapa yang sakit? begitu banyak pertanyaan yang ada dikepala Mikha, hingga dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa ingin taunya dan langsung mendekati Jessi untuk mencari tau jawabanya.

“Jess, kamu itu sahabatku dan juga sahabat Rangga. Tolong jelaskan ke aku, siapa yang sakit? dan dimana Rangga? dari tadi aku coba tanya ke Doni dan mamah, tapi mamah malah nangis sambil memelukku. Doni juga hanya diam, seperti merahasiakan sesuatu dariku. Sebenarnya ada apa ini Jess? ada apa?” Mikha sudah tidak bisa menahan air matanya lagi untuk keluar, hatinya yakin kalau sesuatu memang sudah terjadi kepada Rangga, tapi apa? dia sendiri juga tidak tau. Jessi berasa kasihan melihat Mikha yang sudah menangis dihadapanya, rasanya baru kali ini dia melihat Mikha menangis semenjak mereka bersahabat. Doni berasa iba melihat Mikha. Ikutkan hati mau saja dia menghampiri dan memeluknya. Tapi Doni tau, itu tidak mungkin dia lakukan. Teman-temanya yang lain juga tidak kalah sedih melihat esakan Mikha.

“kamu yang tenang ya Mik, Rangga semalam kecelakaan dan sekarang dia koma.” Mikha terdiam, jiwanya seperti melayang entah kemana. “Dia menabrak Pohon sewaktu menghindari trek saat balapan.” Lanjut Jessi sambil memeluk Mikha. Tiba-tiba seorang dokter memanggil nama Mikha, memintanya untuk mengikutinya masuk kedalam ruangan Rangga. Mikha kaget, hatinya begitu sensitive setiap nama Rangga keluar dari mulut orang lain. Dia berlari kearah dokter itu dan langsung masuk keruangan dimana Rangga dirawat. Sekali lagi Mikha menangis, melihat keadaan Rangga yang terbaring lemah. Dia merasa bersalah karena tidak menghalang Rangga mengikuti balapan malam itu. Lidahnya kelu, seperti terkunci.

Rangga coba bangun saat melihat kehadiran Mikha dengan penuh kepayahan, namun Mikha meminta Rangga untuk istirahat saja. Rangga menggeleng, menandakan yang dia mau mengatakan sesuatu kepadanya. Mikha menurut, dan mendekatkan telinganya kebibir Rangga. Sebelum akhirnya Rangga pergi untuk selama-lamanya. Yang membuat dokter dan semua orang masuk keruangan sambil menangis. Jessi langsung memeluk Mikha yang sudah seperti mayat hidup. Menangis tidak, bergerakpun tidak.

Mikha benar-benar tidak menyangka, kalau ternyata malam itu adalah malam terakhir dia mendapatkan kejutan dari Rangga. Yang berarti pas dihari ulang tahunya Rangga pergi meninggalkanya untuk selama-lamanya.

“Mik, sendirian aja!” sapa Doni dari belakang, membuyarkan semua memori lalu entah kemana. lelaki yang tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hatinya.

“Oh iyah Don. Loe datang tiba-tiba, bikin gue kaget aja” Ucap Mikha kesal.

“He.he sorry Mik. Abis gue panggilin dari tadi, loe diem aja kaya patung pancoran.” Jawab Doni, membuat Mikha tertawa.

“Ha.ha masa sih. Berarti gue dong yang salah. Sorry deh…” Ucap Mikha bersahaja, setelah tawanya berhenti.

“Its ok Mik. Gue ngerti ko.” Jawab Doni sambil tersenyum manis, yang cukup membuat hati Mikha berdetak lebih kencang dari biasanya.

“Btw Jessi mana? gue tungguin dia dari tadi disini, tapi nggak dateng-dateng juga.” Tanya Mikha untuk menutupi kegusaran dihatinya.

“Gue nggak lihat dia seharian ini.” Jawab Doni, tapi matanya masih lekat memandang kearah Mikha. Suasana menjadi hening seketika. Mikha tau Doni memang masih mengharapkanya, tapi dia tidak bisa menerimanya, meskipun Rangga memintanya untuk menerima kehadiran Doni, tapi ianya tidak mudah. Lagipun hatinya masih sepenuhnya milik Rangga. Dia tidak mau kalau Doni hanya menjadi pelarian kesepianya saja. Apapun.., dia mengakui, lelaki dihadapanya ini memang baik orangnya.

“Gue disini.” Sampuk Jessi dari belakang. Yang membuatkan Mikha dan Doni saling berpandangan. Jessi mengambil tempat duduk ditengah-tengah sengaja ingin melihat muka sahabat-sahabatnya yang tegang itu. “Ngobrolin apaan si? Serius banget.” Tanya Jessi sambil melirik kearah Mikha dan bergantian ke Doni.

“Kita ngobrolin loe lah jess, ditungguin dari tadi baru datang.” Ucap Doni dengan tangan yang sudah mencoba untuk mengambil topi dikepala Jessi, tapi dengan pantas Jessi menyambut tangan Doni dan menciumnya.

“Sayang kangen yah sama aku?” terasa ingin keluar bola mata Doni melihat tingkah Jessi tadi, geli geleman dia dibuatnya. Doni sengaja memasang muka tidak suka dan mengusap-usap tanganya dengan tissu, yang membuatkan Jessi makin menjadi untuk mengenakan Doni dengan ide-ide bernasnya. “Ah sayang pura-pura malu.” Jessi mendekati Doni dengan pandangan yang sukar untuk dimengerti, sudahnya Doni memilih untuk lari menjauhi Jessi. Jessi ikut mengejarnya dengan gaya selayaknya mereka itu pasangan kekasih. Mikha hanya tersenyum melihat tingkah ke dua sahabatnya, dan mengikuti langkah mereka dari belakang bersama-sama meninggalkan kantin.

“Cerita itu emang selalunya indah. Meski kadang pahit, manis, menyedihkan juga melucukan. Tapi sebagaimanapun cerita tetaplah cerita, yang bisa selalu kau pelajari untuk mengerti sebuah memory bersama orang terkasih. Walau terkadang akhirnya tak sesuai dengan apa yang kau harapkan, tapi percayalah..! pasti selalu ada hikmath yang terpendam didalamnya.”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s