cerita harian, inspirasi, inspirations

Rasa takut itu dilawan ya, bukan dibiarkan.

Ups, lagi-lagi aku harus ketemu lagi sikata takut. Kata-kata yang memang kadang membuat aku menjadi entah atau bahkan orang lain. Fuhhh… merimaskan bukan. Kalau kita harus menjadi orang lain hanya karena takut. Malah ngebosenin B.G.T.

Rasa takut memang sebenarnya sesuatu hal yang biasa. Hal biasa yang sering kita temui atau bahkan hal biasa yang sering kita rasakan didalam hati. Rasa takut yang selalu membayangi diri pada penyesalan atau rasa takut karena tidak percaya diri. Iyah, semua memang ada masa dan sebabnya. Dimana kamu akan takut lalu menjadi minder. Dimana kamu akan takut lalu menjadi pendiam. Tapi taukah kamu, ternyata ketakutan itu bukan hanya untuk kita yang bergelar dewasa saja. Bahkan dia  (anak kecil) pun sama merasakanya. Seperti contoh saat dia mau berangkat sekolah lalu menangis. Saat dia mau dititipkan pada orang lain dan tidak mau. Iyah, dia takut. Dia takut kalau disekolah nanti ada orang yang mem(buli)nya. Dia takut kalau tinggal dengan orang lain tidak ada orang yang mengertinya seperti Ibunya. Dalam menginjak usia remaja pula rasa takut itu hadir dengan sebab: Takut jika ujianya tidak lulus, takut terluka saat mencintai. Berbeda lagi dengan ceritanya saat dewasa. Dia takut untuk memulai kerja ditempat yang baginya itu asing. Dia takut jika harus meninggalkan orang-orang yang menyayanginya dan harus mulai berinteraksi dengan orang lain. Dia (kita) takut  kepada semua yang ingin dicoba. Tapi rasa ingin melakukan itu seolah seperti nafsu. Mendorong dan memaksa sekaligus menyemangati. Iyah, kamu tidak mungkin bisa berada ditempat sekolahmu sekarang jika bukan karena ada dorongan. Kamu tidak mungkin melakukan tugas hari ini jika tidak ada yang memaksa  (harus). Kamu juga tidak mungkin mampu melakukan semua hal yang ada didunia jika tidak ada yang menjadi penyemangat. Kalau pun ada yang bilang “No, I am here because I want”. No. 100% I’m not agree of that words. Because you know what. When he/she said like that, they exactly want to say “Yes, I am here because of” 

Kamu tau kenapa aku bisa yakin berbicara seperti ini, karena aku memang percaya bahwa semua pasti ada sebab/alasan. Sebab kenapa kamu harus kerja dan alasan kenapa kamu harus belajar. Semua simple kan. Simple jika kita mau mengerti dan mau memahami. Bedalah yah kalau kita bicara dengan orang yang ja’im/cuek. Dia akan selalu berbicara berbelit-belit bahkan juga mengunakan kata yang bener-bener kadang membuat kita dongkol. “Oh. Hm. Ok. Ya” 

Apalagi saat kamu lagi serius-seriusnya ngomong dan sudah banyak mengeluarkan kata, terus dia cuma jawab. “Hm”. Rasa ingin ketuk kepala dia pun ada. Malah kalau mencekik leher orang lain bukan suatu tindakan kriminal yang berakibat fatal dan tidak akan dijatuhkan hukuman jail, pun aku yakin siapapun yang berada diposisi itu akan  melakukan hal tersebut 😫

So just let it flow, dan lakukan segala hal penuh dengan keyakinan. Sebab jika bukan sekarang, kapan lagi? Sebab kalau bukan Kamu, siapa lagi? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s