Ceritaku, dairy, galau, malamini, masalalu, tentangrindu

Cinta Itu Memang Pengecut

Sebenarnya aku tidak tau mau darimana memulai untuk menulis kisah ini. Bagaimana untuk menjelaskan segala perasaan yang ada. Dan mendeskrebsikan semua pikiran yang timbul secara tiba-tiba. Sebab rasanya semua yang kujumpai hanya berakhir pada sebuah noktah titik perpisahan. Langsung tiada pilihan 😧

Cinta, aku sudah lama sekali mengenal apa itu cinta. Mendekati dan mencoba mendalami maknanya. Tapi rasanya baru kali ini aku merasakan “bahagia” yang seperti ini sekali. “Bahagia” yang mengenalkan aku pada sebuah dunia yang tidak pernah kutahu sebelumnya. Dan memang benar, itu benar-benar membuatku menjadi manusia yang berubah 180Β° 🀐

Selama ini aku telah mencoba berusaha sekuat tenaga diri untuk melupakanmu, tapi apalah daya tentang dirimu yang telah tertanam jauh di bawah alam sadarku. Dimana semua memori tentang kita terekam kuat disana, yang sejujurnya aku pun bingung dengan keadaan hati ini. Yang terlalu lama berlarut dalam kesedihan. Mencoba membunuh setiap ketidakmungkinan yang itu memang nyata. Mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sebelumnya yang belum kuselesaikan πŸ˜‘

Bahkan jika kau ingin tau, saat kau menyapaku kemarin pun debar ini masih sama seperti dulu pertama kita bertemu. Membuatku bingung bagaimana untuk bersikap. Membuatku lupa bagaimana untuk tidak banyak bicara 😐

Apalagi bayanganmu yang kerap datang untuk selalu kurindui. Yang mengisi hari-hariku dengan hadir wajahmu di setiap langkah. Hmmm menyebalkan sungguh… Jika dalam perasaan ada pilihan senarai untuk membenci. Rasanya “merindukanmu” adalah kata pertama yang akan kujumpai. Namun lumrah Cinta memang terkadang memang entah. Dan aku sudah cukup merasa lelah 😒

Mulanya aku berfikir ini hanya perasaan sementara saja, yang akan termakan waktu jika memang sudah waktunya seperti sebelum-sebelumnya. Namun setelah jam berganti hari, hari berganti bulan. Ternyata semua masih sama. Tidak berubah dan tidak jauh beda. Kumasih disini, duduk diam menikmati sepi. Bukan masalah aku menikmati atau malah membuatnya seperti aktifiti. Tapi semua berjalan dengan sendirinya. Mengganti setiap rutinitas yang lebih jauh berbeda dari sebelumnya πŸ˜ͺ

Ah entahlah, ngomongin cinta itu rasanya takan pernah ada habisnya. Seperti menelusuri samudera yang takan punya penyelesaianya. Apapun tentang kita; aku hanya ingin semuanya selalu baik-baik saja πŸ™ƒ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s