family, inspirasi, SebuahTanggungjawab, tentangcinta

Tugas Seorang Kakak Yang Tak Terbelah Bahagi Nikmatnya

Mengenang panggilan kakak, aku selalunya memang Baper dan akan berfikir keras untuk itu. Sebab ada sesuatu yang tak bisa dinafikan adalah aku ini juga seorang kakak. Seorang kakak dari adik yang pendiem lagi bersifat lengus. Pokoknya nengok ke kiri mati Mak. Nengok ke kanan mati Bapa. Iya mungkin peribahasa itu adalah gambaran yang paling tepat untuk aku. Dikarenakan sifat, karakter dan pemikiran aku dan adikku yang sangat berlawanan. Tapi apapun itu aku sayang kepadanya lebih dari diri aku sendiri. Malah aku sanggup berbuat apapun untuk memastikan yang dia bisa hidup selesa dan bahagia. Iya biarpun aku juga mempunyai 2orang kakak yang hebat. Tapi untuk karakter aku yang suka mandiri ini memang susah bila na bermanja. Alih-alih malah menggurui iya 😂 Maafkan adikmu yang kadang-kadang ini lah ya Bang, Mba 😆

Terkadang memang susah mengikuti sifat adik yang pendiem lagi lengus, tapi lama kelamaan terbiasa juga. Jadi tahu gimana menjadi keteegantungan. Jadi bisa merasa diandalkan. Dan aku juga jadi ngerti bahwa menjadi kakak itu tidak mudah. Apalagi Menjadi orang tua ya itulah fikirku setiap mengingat tentang Adik. Bahwa apa yang menjadi tugasku (seorang kakak) itu tidak seberapa dibanding tugas menjadi Orang Tua. Ia dari situ aku juga berfikir. Bahwa;


Menjadi kakak berarti menjadi wadah yang bisa menampung seluruh tumpahan air matanya

…menjadi hati yang selalu memahami tanpa perlu diucapkan dengan kata-kata.

…menjadi telinga yang tak pernah bosan mendengar apapun cerita hidupnya.

…menjadi bahu yang paling nyaman untuk bersandar saat hidup terasa menyeramkan untuknya.

…menjadi sosok yang harus selalu terlihat kuat, selemah apapun kondisi dirinya saat dihadapanya.

…menjadi tangan yang selalu bisa diandalkan saat situasi apapun yang melandanya.

…menjadi seseorang yang mencipta inspirasi hingga ketika dia melihat kepadamu hati berujar “aku sudah besar ingin sebaik dia”.

dan menjadi apapun yang dibutuhkan sang adik… disaat ia sedang tertatih melawan dunia.


Ya,

kakak lah yang pertama kali menyemangatinya saat ia takut menyerahkan hasil ujian pada ibunda.

kakak lah yang selalu siap dengan ceria mengantar kemana saja.

kakak lah yang tak akan menolak membantu menyelesaikan masalahnya.

kakak lah yang rela tak tidur demi selesainya tugas sekola yang menumpuk untuk menemaninya.

kakak lah yang mengusap air mata saat tangis tak tertahankan lagi dari luapanya.

kakak lah yang merangkul erat sambil terus berkata “semuanya akan baik-baik saja”,

kakak lah yang tertawa bersama ketika masing-masing saling cerita pengalaman hidupnya.

kakak lah yang kebahagiaan adiknya adalah kebahagiaan dirinya.

Dan kakak yang selalu ada, dimanapun dan kapanpun ia membutuhkannya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s