catatan harian

Dear, Hati

Dear hati, jika kau mulai cape, istirahatlah. Aku takan memaksamu untuk bertahan yang mengakibatkan kau sakit lagi. Menuruti empati yang tak pernah ada kesudahanya.

Aku tahu terkadang memang tak adil buatmu. Membiarkanmu kuat dan sabar pada sebuah keterpaksaan.

Namun, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika kamu memilih untuk bertahan ketimbang mengungkapkan.

Aku sedih sebenarnya setiap mengingat perihal itu. Merasa akulah manusia terbodoh dan tertega di dunia.

Maafkan aku, yang tak seberapa berani ini. Selalu mengiyakan semua yang kurasa itu tidak perlu.

Aku memang pengecut. Dan tak layak menjadi milik siapapun. Sekalipun itu Kamu. Hatiku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s