anak rantau, Catatanku, dairy

Cukup Mamah

Rasanya 

Kini perubahan yang aku alami, meski tanpa sosokmu yang selalu kudamba disini.

Terkadang aku merasa sendiri, tanpa ada sesiapa didekatku lagi

Semua yang ada bagaikan hanya “ilusi” datang lalu akhirnya pergi.

Seperti tiada aura keikhlasan yang terpancar dalam gerak langkah untukku.

Mamah, andainya aku mampu memilih, aku ingin selalu bersamamu. 

Menikmati hidup disampingmu, yang apa adanya. Tidak perlu dia ataupun mereka. Cukup Mamah, iyah, cukup Mamah. Bahagiaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s