aboutlove, cerita motivasi, Ceritaku

Aku Menunggu Kau Bicara

Jika kau memang peduli padaku, tunjukanlah! Tidak usah berbelit-belit dan selalu pura-pura tidak tahu akan keadaanku yang akhirnya kau malah terlihat bodoh dimataku.

Jika kau memang mencintaiku, katakanlah! Jangan kau buang waktu dengan membuat andaian-andaian dikepalamu yang semua itu belum tentu benar adanya.

Jika kau memang serius denganku, langkahmu simple saja! Tinggal yakinkan aku jika aku ragu dan mulai merasa bulshit dengan semua kata-katamu. Bukan diam lalu pasrah. Bukan pergi lalu menyerah.

Sudah bukan jamanya lagi kamu memilih diam daripada berbicara. Aku peka ko orangnya. Sangkin pekanya, terkadang aku lebih memilih bodoh hanya untuk melihat sejauh mana kesungguhanmu. 

Aku baperan, baper terhadap sesuatu yang menyangkut kebaikan. Bukan Baper yang dipuji lalu melayang. No, that’s definitely not me. Even sometimes I act like I am the one, but exactly I am not. Aku hanya pretend that I am bukan orang yang membosankan. Selalu mempunyai kata dan canda untuk membuat suasana lebih ceria. Tidak seperti yang monotone-monotone saja. Itu yang seharusnya kau tahu.

Aku juga wanita yang simple ko. Kamu baik, aku bisa lebih baik. Gampang terenyuh, setiap melihat kebaikan. Gampang iba setiap melihat keterpurukan. Sekalipun kamu jahat padaku, memyakitiku atau bahkan mengecewakanku. Aku takan berbuat yang sama. Sebab aku selalu punya alasan untuk melupakan dan memaafkan.

Iyah, itulah diriku. Merelakan semuanya dengan lepas tanpa mau berfikir dengan keras. Kalaupun iyah harus mendapat balasan untuk sebuah kejahatan dan sebuah kesakitan, biarlah Tuhan yang beri. Bukan aku. Karena aku hanyalah manusia biasa sama seperti yang lain. Yang diciptakan untuk mencipta kedamaian. Bukan permusuhan.

I hope that you know langkah apa yang harus kamu ambil setelah membaca tulisanku ini. Karena sungguh, aku juga tipe wanita yang tidak gampang dalam menunjukan perasaan. Alih-alih dalam tulisan juga aku meluahkan. Bukan sebab tidak ada orang yang aku percayai, tapi jika boleh jujur, aku memang sudah tidak mempunyai seorang sahabat lagi setelah “kisah lalu” selain tulisan-tulisan ini 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s