Adventure, Ceritaku, jembatan gantung, Macritchie, sharing, Singapore trip, Tree Top walk

Macritchie Tree Top Walk (Top Of The World) Tempat Hiking Di Singapore

Hiking di Singapore? Kenapa tidak!

Seperti yang pastinya kita semua tahu, bahwa Negara Singapore itu memang Negara yang kecil tapi terkenal dengan kesuksesanya. Negara yang memang sudah saya tinggali dari entah saya sendiri juga lupa haha mungkin faktor U kali ya jadi ingatan pun sudah rada-rada. Padahal nikah aja belum punya anak jauh lagi. Upsss…. parah nih jadi baper tiba-tiba mending langsung aja lah ya ke cerita yang mau saya bagi. Dari pada nanti jadi galau, kan nggak sesuatu lagi 😧

Dulu, jika hari libur saya dateng, saya nggak pernah absen ngikutin kelas atau lomba dan aktifiti-aktifiti positive lainya. Tapi kini, saya lebih suka memilih untuk Adventure menikmati sisi lain di Singapura, sisi yang lebih hijau dan membuat saya lebih merasa hidup. Ciyeee bahasanya 😁.

Bersama teman-teman yang pastinya sesama penyuka Adventure (yang nggak nyebelin dan nyusahin pastinya ya). Dari photo diatas, kamu sebenarnya bisa lurus juga untuk ambil jalur yang dari Venus Drive yang kata temen saya itu lebih deket. Disana juga kamu akan melihat anak-anak kampus yang lagi main Water Sport, exercise and workout πŸ‘‡

Nggak apa-apa ko kalau kamu juga mau ambil jalan seperti saya, menjelajah sekitar. Karena dijamin nggak akan nyesel. Pandangan yang wow dan best pokoknya. Kenapa saya bisa berkata begitu? Sebab saya sempet menjelajah kesitu juga sebentar, sebelum pada akhirnya memutuskan untuk ambil jalur macritchie-reservoir-park.

Hari minggu kemarin tanggal 23 july tepatnya, saya menjajal hiking trail di area Macritchie Reservoir. Yang mempunyai area seluas 12 hektar. Fungsi taman raksasa yang bukan hanya sebagai bendungan seperti namanya, tapi telah dikembangkan menjadi semacam hutan kota. Terdapat beberapa pilihan rute trekking dengan jarak dan medan yang berbeda-beda. Pilihan saya saat itu: Tree Top Walk. Karena waktu itu saya Baper lihat teman yang memosting photo di Facebook, dan setelah hari libur dateng langsung dah tuh saya tancap gas nggak mau nunggu lagi 😁

C360_2017-07-24-12-20-50-908

Untuk mencapai jembatan gantung, lebih efisien memasuki area dari gerbang di Venus Drive sebenarnya, yang saya ceritakan tadi diatas. Tepatnya dari tempat parkir mobil 2.5 km (45 mins – 1 hr walk). Dari situ, ikuti saja penunjuk jalan ke arah Tree Top Walk atau Hiking Trail. Medannya sangat mudah, jalan setapak yang rapi di antara pepohonan dan padang rumput. Tapi waktu itu saya pakai jalur macritchie-reservoir-park 4.5 km (1.5 – 2 hr walk). A round trip including the TreeTop Walk is about 7 km to 10 km (3-5 jam tergantung kamu-kamu semua jalanya cepat atau tidak).

Dari setiap perjalanan, kamu akan menemukan banyak hal dan pandangan yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Seperti anak-anak kampus yang lagi ngadain acara juga orang yang cuma sedang jalan-jalan atau hiking seperti saya.

Bagi kamu yang sudah biasa hiking atau naik gunung di Indonesia, jalan di sini paling hanya akan terasa seperti main-main di taman saja. Tapi kalau bagi yang belum, mending siap-siap dari jauh-jauh hari deh. Setidaknya jogging sekali sehari. Biar nggak terlalu kecapean. Apalagi sampai salah pakai sepatu, fuhhh… sama aja cari penyakit pokoknya itu mah. Seperti saya yang salah pakai sepatu hingga saat malem sampai rumah sudah gempor saja kaki rasanya 😦

Jangan lupa lihat-lihat juga ke sekeliling ya! Karena terkadang ada hewan yang menampakkan diri. Kemarin saya melihat seekor biawak di antara dedaunan kering dan ikan kecil-kecil yang biasa diiringi cicitan burung sepanjang jalan. Seringkali kami berpapasan dengan orang lain, baik turis maupun mereka yang berolahraga. Rupanya taman hutan ini kerap dijadikan arena lari. Seketika saya iri dengan warga Singapura yang beruntung punya area alam yang nyaman begini untuk jogging. Iya sebenarnya banyak si pilihan mereka yang pastinya dengan lokasi yang mudah untuk dijangkau. Tidak seperti di Indonesia Yang kita harus menguras otak untuk menemukan tempat-tempat jogging yang nyaman. Ah, tapi ya sudahlah. Setidaknya saya sudah cukup beruntung untuk bisa sampai ke sini. Dengan biaya yang relatif murah dan tidak begitu banyak butuh persiapan yang ribet.

Kalau misalkan dijalan kamu ngerasa cape, nggak usah gengsi untuk ngomong ke temen kamu minta break. Jangan sampai memaksaan kehendak hanya agar cepat sampai. Yang ada nanti malah nyiksa diri. Toh lama atau cepat sama saja ko, bakal sampai juga ketempat tujuan. Apalagi jika cuaca panas membahana seperti Saya kemarin, fuhhh gosong sudahnya tangan saya berbolang-banteng seperti warna zebra πŸ˜‚

Semakin lama saya berjalan, medan terasa makin menanjak. Melewati jalan setapak berkerikil, berbatasan dengan jalan raya, keluar dan melewati jalan beraspal, masuk lagi ke hutan. Saya sempat panik saat melihat rambu peringatan kemungkinan adanya ular, apalagi pas saya tanya temen lalu dia jawab “emang bener“. Malah dia juga katanya pernah melihat dulu saat pertama kali ke Macritchie ini. Tapi Tuhan memang masih Sayang sama saya. Dari sepanjang perjalanan saya tidak melihat seuntai pun makhluk menggelikan itu sampai akhir trekking. Kalau iya sampai bener-bener lihat, wah udah nggak tahu lagi dah mau jadi apa saya itu. Alih-alih bisa langsung minta balik, kan nggak lucu πŸ˜–

Untuk menyempurnakan perjalanan, bagi kamu yang ambil jalur macritchie-reservoir-park. Jangan lupa mampir ke Tower Jelutong ya. Tower Of The World. Tingginya saya nggak inget berapa, tapi yang pasti setelah sampai puncak kamu bisa melihat seluruhnya Macritchie. Shurga kedua dari ngetrip-di-singapore pokoknya dah haha lebay dikit boleh lah y πŸ˜†

Setelah berjalan sekitar 6km, sampailah kami di pos penjagaan. Di situ terdapat toilet bersih dan waterdesk, tempat kita bisa minum air keran dan mengisi ulang botol minuman masing-masing. Sudah rute trekkingnya rapi, disediakan toilet dan air minum gratis, pula. Sulit bagi saya untuk tidak berpikir, “Kapan ya, di Indonesia bisa begini?” beneran deh. Maaflah bukanya mau menjatuhkan Negeri sendiri, tapi jika menilai dan bermimpi boleh kan ingin Negeri sendiri itu terlihat lebih Indah.

Kira-kira 500m dari pos penjagaan, kamu akan tiba dijembatan gantung. Tapi ingat ya! Begitu kamu sampai di jembatan kamu tidak bisa kembali lagi. Jangan berpikir macam-macam dulu. Jembatan ini bukan tempat uji nyali atau semacamnya, tapi sekadar sangat sempit. Lebar jembatan Tree Top Walk ini cuma muat maksimal dua orang berjajar, sehingga dibuatlah peraturan bahwa jembatan ini jalan satu arah. Kalau melangkah ke tengah jembatan, kamu harus meneruskan perjalanan, tidak boleh kembali ke pintu masuknya. Itu maksud saya!

Tapi biar begitu, kamu nggak akan nyesel ko. Karena berjalan di jembatan gantung kokoh setinggi 25 meter ini rasanya menyenangkan! Angin yang bertiup lumayan kencang akan membuat kamu lebih ngrasa nyaman. Sehingga kamu bisa melihat dedaunan dan ranting-ranting pohon berdansa ke kanan dan kiri. Dari bawah ataupun dari sekitar kamu. Di kejauhan, kamu juga akan melihat MacRitchie Reservoir di balik lebatnya pepohonan yang indah ko. Dan yang pastinya terbayar sudah kaki pegelmu itu.

Ketika saya hampir sampai di tengah jembatan dan lagi mau ambil photo, dua ekor kera melintas di atas pagar jembatan. Yang satu hendak menyeberangi jembatan, yang satu lagi memanjat tiang gantung jembatan. Malah ada juga yang hampir “menyapa” saya saat itu. Kan ya 😣 Lagi-lagi saya sempat panik, mengingat kelakuan kera-kera nakal di ngetrip-di-singapore. Namun ternyata kera-kera di sini tidak suka merampas makanan ataupun barang-barang lainnya karena tidak dibiasakan diberi makan oleh pengunjung. Ada larangan memberi makan dari pihak taman, dan pengunjung pun patuh.

Sedih rasanya saat sampai di ujung jembatan. Ingin balik lagi, mondar-mandir di sepanjang jembatan dan berlama-lama memperhatikan pucuk-pucuk pohon, menikmatinya lama-lama. Tapi sayangnya sudah ada pengunjung lain di belakang kami. Yang itu bertanda emang saya harus cepat-cepat pergi untuk memberi ruang pada mereka juga. “Setidaknya sudah bisa selfie disini” hatiku mencoba menyemangati pikiran yang sudah mulai galau.

Keluar dari area jembatan gantung, saya melihat jalan setapak yang dialasi bilah-bilah kayu tersusun rapi seperti menyambut kedatangan saya. Eh maksudnya pengunjung πŸ˜† Galau yang tadi belum sembuh pun kemudian hilang serta merta. Hihi bahagia itu mudah kan ya 😍

Di beberapa bagian, terdapat juga papan-papan pengetahuan, yang berisi teks dan gambar mengenai isi hutan tersebut. Hanya satu hal yang saya ingat dari situ, yaitu bahwa banyak tanaman pandan yang ditemukan di hutan itu, sehingga dicurigai dulunya area ini berupa rawa.

Rute keluar membawa saya dan teman saya memutar ke pos penjagaan lagi, kemudian mengikuti jalan yang sama seperti kami masuk tadi. Karena saya tadi masuk dari macritchie-reservoir-park. Kini pulangnya saya memutuskan untuk ambil jalan Venus Drive yang lebih deket dan agar bisa melihat pemandangan-pemandangan yang belum saya lihat sebelumnya.

Kalau digambarkan, rute kami itu berbentuk seperti laso, dengan panjang tali gagang yang hampir sama dengan keliling lingkaran penjerat. Total jarak perjalanan kami sekitar 8 km atau bisa juga lebih dan kami melakukannya dalam 5 jam, termasuk istirahat, berjalan santai, ngobrol dan memotret. Tak ketinggalan juga selfie biar nanti pulang-pulang nggak galau πŸ˜…

Advertisements

1 thought on “Macritchie Tree Top Walk (Top Of The World) Tempat Hiking Di Singapore”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s