anak rantau, Catatanku, Ceritaku, dairy, family, inspirasi, sharing

Karena Mereka (Keluarga) Aku Ada

Aku anak yang nakal tapi ramah dan juga menghormati orang yang lebih tua. Setidaknya itu yang dapat ku ingat dari masa kecilku hingga aku menulis post ringan ini. 


Terkadang aku selalu lupa bagaimana untuk memikirkan diri sendiri disaat hati sibuk mengkhawatirkan mereka-mereka yang kusayangi.  Terkadang aku juga akan lupa bagaimana keadaan dan kabar mereka saat aku sedang berada di duniaku sendiri. Aku selalu lupa bagaimana membagi agar tetap sama. Hingga pada akhirnya tanggal 21 April 2016 malam itu, aku di sadarkan yang aku tidak boleh selalu seperti itu. Aku harus berubah dan itulah tekadku.

Dari kecil, aku hampir tidak pernah membantah orang tuaku (karena kita memang jarang bersama). Mengikuti semua mau mereka dan tidak berani “meminta” macam-macam. Tapi memang aku juga suka bermain diluar dengan teman-teman cowok yang keluargaku memang tidak suka dengan sikapku yang itu. Namun aku tetap meluangkan waktu untuk bermain meski harus dengan cara sembunyi-sembunyi.

Terdengar menjadi anak yang brutal? Bisa jadi. Tapi sejauh ini aku masih bisa ko menjaga diriku sendiri untuk tidak melakukan sesuatu yang diluar batas anak perempuan. Malah untuk yang mengenal dunia malam aku juga tak pernah mau ingin tahu. Dan sejauh yang ku ingat pula, meski nakalnya aku sebagaimana, aku tak pernah merasakan kurang tidak cukupnya dari kebutuhanku. Orang tuaku selalu memberikan semuanya tanpa diminta. Bahkan sesuatu yang aku tidak butuh pun juga.

Masa kecilku habis dan berjalan begitu saja aku rasa. Karena aku harus sibuk berpindah dari kerumah Nenek, Wa, Bibi dan seterusnya. Ma’lum lah orang tua semua merantau. Tapi dibilang tidak ada yang seru, tidak juga. Karena disana selalu ada kenangan-kenangan yang tidak akan pernah bisa aku lupa sampai kapanpun.

Kini, usiaku 24 tahun. Menjejaki usia yang kebanyakan sudah mempunyai suami bahkan juga anak. Tapi aku disini masih menanti kehadiran seorang Pangeran yang aku sendiri tidak tahu kapan ia akan datang. Mungkin memang benar, dulu aku selalu bisa mendapatkan pacar meski baru seminggu putus. Tapi tidak setelah umurku 20 tahunan. Semua berubah begitu saja. Apalagi jika mengingat yang aku adalah seorang kakak. Seseorang yang harus bisa memberikan contoh yang baik untuk adiknya. Biarpun aku tak pernah mendapat perlakuan seperti itu dulu dari Abang dan Mbaku,  tapi aku tak pernah menyesal. Bahkan untuk marah atau kecewa pun jauh lagi. karena dengan pelajaran semua itu sekarang aku tumbuh tanpa halangan yang berarti.

Aku bisa hidup tanpa mau menyusahkan orang lain karena mereka. Aku bisa ingin selalu semangat karena mereka. Karena mereka, hidupku menjadi lebih bermakna dan punya tujuan. Karena mereka, hidupku jadi tak selalu memikirkan diri sendiri. Aku cukup puas melakukan apapun untuk orang lain. Tanpa rasa berat hati. 

Namaku yang sebagai seorang Anak, Adik dan kakak. Selalu berwarna-warni cerita hidupnya. Sebuah perbedaan pendapat dengan orang tua. Dan salah paham dalam mengerti juga masih banyak yang lainya. Tapi biar begitu aku tahu, orang tua mengerti kita jauh lebih dari kita mengerti diri kita sendiri, Abang memahami kita jauh dari orang lain. Mba mengasihi lebih dari pacar kita sendiri. Adik yang lebih butuh sandaran dari kita yang terbilang sudah bukan anak kecil lagi.

Sudah bukan jamanya belanja-belanja yang nggak perlu karena bulanan Adik sekolah dan kebutuhan Orang Tua yang harus ku penuhi. Sudah bukan waktunya lagi untuk buang-buang waktu nongkrong bersama orang-orang yang nggak jelas. Sebab aku sudah tidak memerlukan tempat yang ramai untuk bahagia. Aku hanya butuh tempat tidur nyamanku dengan pendingin udara dan laptop untuk menulis.

Aku tak pernah bosan setiap menghabiskan waktuku sendiri setiap dikamar atau dimanapun. Apalagi merasa dendam dengan mereka yang telah membuatkan aku menjadi 75% berubah. Tidak. Sama sekali perasaan itu tidak ada. Mereka adalah hidupku, nafasku dan jiwaku. Jadi bagaimana mungkin aku dapat mempunyai perasaan “buruk” itu dengan mereka orang-orang yang paling kusayangi. Tanpa mereka, mungkin sekarang aku hanya akan menjadi perempuan biasa-biasa saja tanpa ada sesuatu yang dapat dibanggakan.

Aku memang tidak terlalu banyak mendapat didikan dari keluarga. Tapi setidaknya aku pernah merasakan ketegasan dari Nenekku yang sekarang sudah bersama Tuhan. Dulu beliau yang selalu mengajarkan aku banyak hal. Sesuatu yang sampai sekarang masih tertancap di ingatan. Dalam salah satunya; “Sayangi Orang Tuamu lebih dari kamu menyayangi siapapun. Karena jika bukan karena mereka, kamu tidak akan ada di Dunia ini.” Kata-kata itulah yang selalu ku ingat setiap ego dan baper datang bertandang. Dimana disaat semua orang berkata; “Kamu itu sudah cukup ngebantu keluarga kamu. Sekarang waktunya kamu memikirkan masa depanmu.” Aku tidak marah setiap ada yang berkata begitu. Karena aku tahu mereka peduli. Cuma, mungkin mereka lupa. Yang meski aku gadaikan nyawaku sekalipun, aku tidak akan pernah cukup dalam membayar semua yang sudah orang tua lakukan ke padaku selama ini.

Meskipun dulu memang aku tidak pernah merasakan kebersamaan dengan keluarga. Tapi sekarang dikit demi sedikit aku telah merasakan kebersamaan itu. Betapa hangat dan bahagianya saat berkumpul. Iya biarpun sekarang giliranku yang hidup berjauhan dengan mereka karena kerja. Tapi itu tidak apa. Aku selalu bahagia melakukan semua jika mengingat tentang mereka. Sebab aku sadar, mereka tetap yang terbaik. Especially Hero keluarga. Papah. Yang tak pernah lelah untuk berjuang demi kami semua juga yang tak pernah mengeluh sedikitpun untuk kebahagaian kami. Ada kata-kata yang sampai sekarang selalu kuingat setiap mengingat perihal Papah, yang bunyinya itu begini; “Why we should need a superman if we had a superdad?” 100% aku agree beneran sama kata-kata ini. Kata-kata yang memang menggambarkan Papahku sekali menurutku. Kata-kata yang Simple tapi ngena.

Nb: Aku bangga sekali pada Orang Tuaku. Aku bangga setiap aku melihat raga ini. Sifat kerja keras papah yang sebagian mendarah daging di diriku. Sifat pengalah Mamah yang menyatu di hatiku. Berdiri pada hal yang dirasa benar hingga berani melawan yang ingin menjatuhkan. Semua karena mereka aku ada. 

Love You Guys 😙

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s