cerita wanita, cobalah mengerti, coretanwanita, I am Single

Jika Single Itu Salah, Maafkan Aku!

Antara mencintai dan dicintai, disukai dan membenci, aku selalu paham dengan gostur-gostur mereka yang biasa namun penuh makna. Namun aku juga bukan penghakim yang pandai bersuara, yang lebih memilih diam untuk menilai daripada banyak berbicara.

Aku yang mempunyai keputusan masih begini. Yang hanya ingin menikmati waktu dengan sendiri. Bukan masalah patah hati atau karena aku tidak butuh orang lain di sisi.

Tapi karena aku masih pengin sendiri. Melakukan segala sesuatu yang harusnya kucari dan mencari, hingga saatnya nanti aku merasa lelah dan menyerahkan diri.

Lagipun masih banyak yang harus kulakukan dari menjatuhkan diri pada sesuatu yang tak pasti. Bukan kah kau tahu lukanya itu lebih sangat nyeri? 


Single tidak bisa menjadi alasan sebenarnya untuk kamu memprejudikan sebuah kepercayaan, apalagi pada sebuah hubungan persahabatan.

Maafkan jika “sendiri” ku ini membuatmu tidak nyaman dengan kehadiranku. Kita yang tidak seharusnya dekat dan saling mengisi tawa di dalam sepimu.

Aku tahu mungkin ini salah, mungkin juga aku yang terlalu Baper setiap mendengar kata mereka. “Yang aku seperti tidak punya kerjaan mengganguimu setiap waktu”. Padahal aku memang begitu, ramah pada siapapun bukan hanya saja denganmu.

Mungkin memang tidak seharusnya kita disini meski hanya dengan ikatan teman. Mungkin saja memang benar katanya; aku tidak pantas untuk berteman dengan mana-mana kawan.


Single itu juga manusia yang punya hati lagi perasaan. Yang pasti tahu bagaimana mencintai dan pernah mempunyai pengalaman dalam kesakitan. Jika kamu merasa sudah baik dengan pasangan, seharusnya tidak ada yang namanya perbalahan. 

Aku sudah terlalu bosan mendengar kesalah pahaman yang selalunya hanya meninggalkan kesakitan, tanpa pernah bisa aku menjelaskan sebuah kebenaran.

Aku terlalu lelah hingga akhirnya memilih untuk diam saja. Membiarkan mereka dengan celotehan-celotehanya. 

Tapi tolong jangan salahkan statusku yang masih single ini, karena setiap orang berhak membuat keputusan untuk dirinya sendiri.

Jadi biarlah aku begini. Begini dengan jalan yang ku ingini. Dan kamu cukuplah jaga pasanganmu agar tidak berpindah ke lain hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s