7hari menulis, aboutlove, Catatanku, masalalu

Kepada Ka(mu) Yang Sudah Pergi 

Hai ka(mu), seseorang yang sudah pergi. Bagaimana kabarmu sekarang ini? Bagaimana cerita keseharianmu yang sudah pastinya bukan tentang kita lagi? Aku harap si semuanya memang berjalan seperti Doa yang setiap malam kulantuni.
Sungguh, tak ku kira menahan diri dari bertegur sapa denganmu akan seberat ini. Namun demi diriku, demi hatiku dan demi dirinya yang kini sudah bersamamu, aku harus kuat menahan semua ingin yang berhubungan denganmu.

Kau mungkin memang tak pernah merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Aku pun tak mau ambil tahu dan aku juga tak mau ambil peduli. Sebab sudah bukan kewajibanku untuk berfikir sejauh itu lagi. Yang hanya menghabiskan waktu untuk mengingat luka dihati.

Hari ini, entah kenapa aku ingin sekali menulis tentangmu lagi. Jadi ijinkanlah aku menuliskanya di sini, meski mungkin akan terasa sia-sia saja karena kau tidak mungkin akan membacanya. Tapi setidaknya aku bisa merasa lega, selega-leganya dari terus memendamnya saja.

Hai ka(mu), sekarang bagaimana keadaanmu setelah menjalani hari-hari yang sudah tanpa aku? pasti tambah lebih bahagia kan ya karena sudah ada dia. Bagaimana juga dengan kebiasaan-kebiasaan burukmu? Yang suka sekali membuat was-was orang-orang disekitarmu.

Ah, aku mungkin memang terlalu naif, Karena sampai detik ini masih saja selalu mengkhatirkan semua hal tentangmu. Hal yang seharusnya tak perlu lagi kulakukan. Yang kini sudah menjadi tugasnya. Seseorang yang sudah menjadi bagian di hidupmu.

“Memang sudah tiada jodoh diantara kita” Betapa sakit setiap aku menjawab pertanyaan mereka dengan demikian rupanya. Betapa beratnya tangan ini setiap menulis kalimat itu di buku-buku rahasiaku. Karena dalam mimpi pun, jujur aku masih mengharapkan kau yang akan menjadi pendampingku, juga menjadi ayah dari anak-anakku. Seperti yang pernah kita impikan dulu. 

Aku tahu, kalimat yang pernah aku ucapkan dulu, “aku akan bahagia, bila kau bahagia” itu kedengaranya sangat lucu. Hingga membuatmu tertawa. Sama, aku pun rasa juga. Karena pada kenyataanya, hatiku menangis dalam diam saat ku tahu kau telah bersamanya.

Tapi percayalah, jauh direlung jiwaku, hatiku lagi ragaku. Aku ingin kau selalu bahagia dimanapun dan kapanpun itu adanya. Dan tolong jangan pernah hapuskan ingatanmu tentangku. Seseorang yang pernah begitu dalam mencintaimu, walau saat ini, aku sudah tak ada dalam pelukmu lagi. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s