7hari menulis, Catatanku, entah, My Journal, sharing

Lelapku Yang Hilang

Seperti malam-malam yang sebelumnya. Jam tengah malam ini, disini aku masih menghadap pada layar kecil. Memainkan jari-jemari pada aplikasi manapun yang ingin kubuka atau hanya sekedar ingin melihat isi didalamnya. Memang sedikit aneh si kedengarannya, tapi memang itulah kenyataanya.
Ditengah malam yang disaat semua orang sedang terlelap menjemput mimpi. Menikmati waktu rehatnya dengan sebaik mungkin untuk aktifitas esok. Aku malah dengan asyiknya menikmati layar di hapeku. Meskipun aku tidak tau apa yang sebenarnya aku ingin dari layar kecil itu. Yang membuat badanku akhir-akhir ini seperti remuk redam. Yang membuat akal warasku entah kemana. Yang membuatku selalu merasa hidup didunia lain.

Aku tidak tau apa yang terjadi pada diriku sebenarnya. Semakin hari ada-ada saja tingkah yang membuatku entah. Seperti bukan aku.

Tidak ada lagi niat untuk membaca. Padahal baru-baru kemarin aku mendownload novel-novel terbaru dihape. Tapi sama saja. Semua terbiar memajang didalam hape. Belajar juga, ah entahlah. Exam untuk minggu ini  saja aku seperti tidak mengambil kira. Meskipun aku tau itu adalah penentu dari segala waktu yang kuhabiskan sembilan bulan lamanya.

Apalagi untuk aktif seperti dulu. Mengelilingi tempat-tempat yang belum pernah kujejaki, memotret sana-sini, berkumpul dengan teman-teman dan lain sebagainya. Semua sama saja. Yang kurasa sekarang semua hambar dan hanya ingin menatap layar kecil yang setiap hari kuletakan didalam poket seluarku.

Benci, sungguh! Aku sangat benci dengan keadaan itu. Sebab karena itu aku jadi manusia yang entah. Manusia yang hidup dengan dunia sendiri. Dan mereka orang-orang disekitarku hanya menumpang. Hingga saat aku sudah dengan duniaku, aku hanya sekala-sekali saja melirik kearahnya. Tanpa rasa peduli yang penuh lagi utuh.

Padahal jika boleh jujur, aku cape dengan keadaan ini. Membuka mata pada setiap jam yang salah dan membiarkan waktu memakan seisi detik dijatahku.

“Ah, kenapa susah sekali untuk aku merubah semua agar seperti dulu. Relax dan merasa semua pasti akan baik-baik saja. Bukan begini. Entah dan berantah”. Itulah kata-kata yang akan kulontarkan setiap malamnya. Sambil memegang rambut yang entah sudah berapa kali aku “memainkanya”. Dengan mata yang sekali-sekala kucoba lelapkan meski aku tidak tahu sampai dijarum jam yang keberapa pada akhirnya aku akan benar-benar terlelap 😩

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s