7hari menulis, catatanseoranganak, cerita kehidupan, cerita motivasi, Hari Baru, sharing

7 hal yang “paling” membuatku sedih_Nurani diri

1. Kemunafikan. Lihat hukum negeri sendiri yang kadang-kadang uang lebih berkuasa. Seolah-olah dunia itu hanya milik mereka-mereka saja. Orang-orang yang bernama.

  • Entah mau jadi apalah Negri kita ini 😥

2. Keikhlasan. Lihat keluarga sedih. Entah itu karena aku atau bukan. Sedih yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata maupun gambaran.

  • Hanya hati yang mampu menangis, dan selalu terjadi begitu saja 😢

3. Kemirisan. Lihat orang yang sudah tua tapi masih saja kerja. Rasanya ingin ndatengin lalu bilang, “Sini Nek/Kek, biar saya saja.” Terfikir juga dalam benak diri akan kata-kata, “Seorang Ibu bisa merawat sepuluh anak. Tapi sepuluh anak belum tentu bisa merawat seorang Ibu.”

  • Semoga kita bukanlah golongan yang seperti itu ya! Dan mohon dijauhkan. Jauh, sejauh-jauhnya 🙏

4. Keegoan. Lihat teman, sahabat atau saudara yang tidak mau menjalin tali silahturahmi hanya karena masalah lalu. Rasanya seperti kekanak-kanakan saja gitu. Waktu pun terbuang untuk sesuatu yang tidak perlu.

  • Padahal yang ku tahu damai itu indah lho 🤔

5. Kehilangan. Lihat sebuah perpisahan, entah itu karena “keharusan” atau “tuntutan”. Rasanya pengin aja bilang sama Tuhan, “Tolong jangan pernah adakan perpisahan dalam kehidupan ini.” Tapi aku juga sadar, itu semua tidak akan mungkin berubah meski aku mencoba sebagaimanapun. Karena perpisahan memang sudah bagian dari sebuah kehidupan. Dimana akan ada yang datang, pasti nanti akan pergi. Dan kembali lalu tidak sama sekali.

  • Lumrah hidup 😑

    6. Kesakitan. Aku sedih setiap melihat anak kecil menangis. Especially baby. Rasanya ada panggilan jiwa yang ingin selalu untuk menenangkanya. Malah terkadang aku juga ingin sama-sama saja ikut menangis disitu. Dan menulusuri ruang hatinya. Agar aku tahu apa yang sebenarnya ia rasakan.

    • Jadi Baper kan 😔

    7. Kekerasan. Kekerasan tentang apapun itu. Apalagi jika semua itu terjadi didepan mataku langsung. Meski itu kejadian yang seorang Ibu sedang kesal pada anaknya, atau memang begitulah cara sang Ayah mendidik anaknya. Tidak, rasanya aku tidak setuju, jika sebuah kekesalan bisa mereka ungkapkan dengan melampiaskan kemarahan pada si anak saat dia membuat kesalahan. Tidak setuju pula yang sebuah didikan itu patut dengan cara memukul. Papah ku saja yang anak-anaknya nggak sebaik mana, tapi beliau tidak pernah sekalipun mengangkat tangan pada anak-anaknya. Mamah yang terbilang keras pun, beliau tidak pernah memarahi kami tanpa alasan. Jadi kalau orang tua aku aja bisa setiap menahan amarah, kenapa kalian tidak? Jika memang tidak bisa menahan amarah pun, setidaknya fikirkan bagiamana perasaan si anak. Terlebih penting, fikirkan akan masa depannya. 

    • Ingat ya! Ingatan seorang anak itu tajam. Dia akan selalu mengingat semua kejadian didalam hidupnya. Entah itu hal baik atau hal buruk sekalipun. Jadi lebih berhati-hatilah dalam bertindak.
    Advertisements

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s