Diary lalu

Semakin hari aku semakin tidak mengenalmu, aku rasa kita pun semakin menjauh.
Entah lah, aku bingung kenapa akhir-akhir ini aku merasa seperti itu.
Bahkan terkadang aku lupa, jika aku sudah punya kamu.
Sendiri
Dan sepi
Itulah yang aku rasa.
Meski sudah puas aku berusaha membuang semua perasaan itu, tapi kadang aku kalah.
“Mungkin ini gaya pacaran orang dewasa” itulah yang ada dalam fikiranku.
Lagipun kita bukan anak kecil lagi, yang harus selalu telvonan setiap malam, sampai tertidur seperti dulu.
Tidak bisa selalu bertemu disaat kangen, karena kita sedang sama-sama berusaha.
Tidak bisa selalu ada waktu, yang memaksa kita untuk lebih bersabar.

Maafkan aku, jika aku banyak mengeluh dan banyak meminta kepadamu akhir-akhir ini.
Yang membuatmu berfikir keras untuk semuanya.
Aku takan memaksa jika kau tidak bisa, karena aku juga sadar, aku tidak bisa merubahmu sesuai yang aku mau.
Lanjutlah berjalan!
sesuai apa yang sudah kau impikan, dan buktikan bahwa kau mampu bertanggung jawab dengan itu.

Aku hanya mampu diam, karena itu caraku berusaha untuk mengertimu.
Biarpun pada akhirnya aku sendiri juga yang menyimpan semua itu.
Hingga rasanya aku lupa apa itu “Terbuka” & “Kejujuran” komitmen yang dulu pernah kita ucapkan.

Benci memang!
Aku sangat benci dengan diriku sendiri, yang hanya mampu berdiam diri tanpa mampu untuk berbicara.
Yang hanya bisa merasakan “rasa” tanpa ingin “mengobati”

Haruskah aku selalu seperti ini?
Berdiam
Dan menyimpan.
Tapi sampai kapan?
Aku wanita, yang menginginkan kepastian, bukan hanya berdua-duaan lalu mengundang Syahwat.
Aku wanita, yang butuh pemimpin untuk penyempurna hidup, bukan cuma diperhatikan lalu dikecewakan.

Mungkin aku memang salah, karena terlalu naif dalam berbicara, Namun diam dalam menjalani.
Tapi inilah aku, yang selalu mencoba menjaga perasaan “orang” tanpa peduli akan diriku sendiri.
Aku bukan orang yang Ego dalam itu.
Karena Tuhan memberiku sekeping potongan untuk selalu mengasihi dalam keadaan apapun, walau kadang harus aku sendiri yang tersakiti.

Kasih.., aku memang tidak tau pasti apa yang hatimu niatkan untuk hubungan ini, tapi aku percaya kau juga punya harapan sepertiku.
Dan aku yakin, sekarang kau sedang berusaha untuk itu. Semangat selalu ya sayang! aku disini masih sama dengan keyakinanku. Kemarin, esok juga nanti ☺

Advertisements